Uber Berstrategi Ekspansi Kendaraan Otonom di Tengah Ketidakpastian Pasar
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
30 Jun 2025
154 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Uber sedang mengeksplorasi akuisisi Pony.ai untuk memperkuat posisi dalam teknologi kendaraan otonom.
Kerja sama dengan Waymo telah memungkinkan Uber meluncurkan layanan kendaraan otonom di beberapa kota.
Analisis pasar menunjukkan ketidakpastian di masa depan, dengan risiko dari perusahaan besar yang mendominasi industri kendaraan otonom.
Uber sedang mengeksplorasi berbagai cara untuk memperkuat posisinya dalam bisnis kendaraan otonom, termasuk kemungkinan berinvestasi dalam Pony.ai bersama co-founder mereka, Travis Kalanick. Pony.ai merupakan perusahaan yang memiliki izin operasional robotaxi di Amerika dan China.
Uber sudah mulai menjalankan layanan kendaraan otonom pertama mereka di Atlanta lewat kemitraan dengan Waymo, anak usaha Alphabet. Di Austin, sekitar 100 kendaraan Waymo sudah tersedia di platform Uber, yang menunjukkan komitmen Uber untuk menghadirkan teknologi terbaru dalam layanan mereka.
Tesla juga baru meluncurkan layanan Robotaxi di Austin namun dengan cakupan terbatas dan ditemani sopir keamanan. Ini menunjukkan persaingan ketat di pasar kendaraan otonom yang masih terus berkembang dan mendapat respon beragam dari publik.
Para analis saham memberikan pandangan berbeda mengenai prospek Uber. Canaccord menurunkan target harga saham Uber karena adanya risiko gangguan besar dari dominasi pemain kendaraan otonom lain, sementara Cantor Fitzgerald memberikan rating tinggi dan optimis melihat potensi pertumbuhan bisnis mobilitas Uber.
Publik masih punya kecemasan terkait keamanan kendaraan otonom, dengan hanya sebagian kecil pengendara Amerika yang percaya dan nyaman menaiki robotaxi. Selain itu, penolakan sosial juga muncul, contohnya aksi pembakaran robotaxi Waymo dalam protes di Los Angeles.