Model Lima Dimensi Jelaskan Fusi Unik Merkuri-180 dan Efek Cangkang Nuklir
Sains
Fisika dan Kimia
29 Jun 2025
33 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Model Langevin lima dimensi berhasil menangkap perilaku fusi asimetris isotop merkuri.
Efek shell berlanjut berpengaruh pada fusi bahkan pada energi eksitasi tinggi.
Penelitian ini meningkatkan pemahaman tentang proses fusi dan dapat memperbaiki model prediksi untuk isotop yang belum dieksplorasi.
Para peneliti internasional, termasuk dari Science Tokyo, mengembangkan model lima dimensi Langevin untuk memahami bagaimana inti merkuri-180 dan 190 terbelah saat fusi. Ini penting karena merkuri menunjukkan pola fusi yang berbeda dari logam berat seperti uranium.
Merkuri-180, misalnya, tidak membelah menjadi dua bagian yang sama, melainkan menunjukkan pola massa fragmen ganda yang unik, yang sebelumnya sulit dideteksi dengan model yang ada.
Model baru ini mampu melacak perubahan bentuk inti sampai saat pemisahan, dengan memperhitungkan efek cangkang nuklir yang berpengaruh bahkan pada energi tinggi. Interaksi ini membuat pola pembelahan menjadi tidak simetris.
Selain itu, model mempertimbangkan fenomena fusi multikesempatan, yaitu pelepasan neutron sebelum inti benar-benar terpecah, yang memengaruhi energi kinetik fragmen bahkan jika tidak banyak mengubah ukuran fragmen.
Penelitian ini meningkatkan pemahaman kita tentang fusi nuklir di unsur ringan, membuka jalan untuk memprediksi perilaku isotop yang belum diteliti, dan menunjukkan bahwa proses struktural inti sama pentingnya di seluruh tabel nuklir.


