Fermi America Bangun Kampus Energi dan Data Terbesar untuk AI di Texas
Teknologi
Kecerdasan Buatan
27 Jun 2025
259 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Proyek Hypergrid oleh Fermi America akan menjadi kampus energi dan data terbesar di AS.
Kemitraan dengan Texas Tech University menunjukkan dukungan akademis untuk pengembangan energi baru.
Proyek ini berfokus pada peningkatan infrastruktur energi dan keamanan nasional di tengah persaingan global.
Fermi America, sebuah perusahaan asal Texas yang didirikan oleh mantan Menteri Energi AS Rick Perry, mengumumkan proyek ambisius bernama Hypergrid. Proyek ini bertujuan membangun kampus energi dan data terbesar di Amerika Serikat yang akan mendukung pusat data kecerdasan buatan (AI) berskala sangat besar.
Proyek Hypergrid akan menggabungkan berbagai sumber energi, termasuk tenaga nuklir, gas alam, tenaga surya, dan angin. Lokasinya berada dekat fasilitas senjata nuklir Pantex di Amarillo, Texas, yang juga strategis karena berada di atas ladang gas alam besar dan dekat jaringan pipa gas utama.
Fermi Amerika berencana mengoperasikan 1 gigawatt tenaga nuklir pada akhir 2026 dan mengajukan izin untuk membangun empat reaktor nuklir berkapasitas total 4 gigawatt. Kapasitas total energi yang digunakan untuk pusat data bisa mencapai 11 gigawatt, cukup untuk mendukung lebih dari delapan juta rumah.
Proyek ini muncul di saat Amerika Serikat menghadapi persaingan global dalam teknologi nuklir dan infrastruktur AI. Pemerintah sebelumnya telah menetapkan pusat data AI dan reaktor nuklir sebagai infrastruktur penting untuk pertahanan nasional. Namun, ada tantangan terkait biaya tinggi, masalah regulasi, dan kekhawatiran soal keamanan nuklir.
Meskipun ada kritik dan tantangan, Fermi Amerika dan Texas Tech University System melihat Hypergrid sebagai langkah penting untuk mewujudkan kemandirian energi dan memperkuat keamanan nasional. Mereka ingin menunjukkan bahwa Texas tetap menjadi pusat inovasi energi sekaligus teknologi masa depan.

