Keberhasilan Uji Terbang Kendaraan Hipersonik Feitian 2 dengan Mesin RBCC
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
27 Jun 2025
210 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Feitian 2 adalah kendaraan hipersonik yang menggunakan mesin RBCC dengan propelan baru.
Uji terbang berhasil mengumpulkan data penting dan menunjukkan kemampuan transisi mode yang lebih baik.
Kerjasama antara NPU dan lembaga penelitian lain sangat penting untuk kemajuan teknologi hipersonik.
Para peneliti dari Northwestern Polytechnical University (NPU) berhasil melakukan uji terbang kendaraan hipersonik Feitian 2 di wilayah barat laut China. Uji ini penting karena berhasil memperoleh data penerbangan nyata untuk mesin siklus gabungan berbasis roket (RBCC) yang menggunakan kerosen dan hidrogen peroksida sebagai bahan bakar dan oksidator.
Mesin RBCC dikembangkan untuk memaksimalkan pemanfaatan oksigen dari atmosfer sehingga mengurangi berat oksidator yang harus dibawa selama penerbangan. Hal ini berdampak positif pada peningkatan kapasitas muatan dan efisiensi bahan bakar, yang merupakan tantangan utama dalam teknologi hipersonik.
Salah satu kesulitan mesin RBCC adalah melakukan perpindahan mode operasi yang mulus, khususnya dari mode ejector ke mode ramjet. Dalam pengujian ini, teknik 'thrust-varying acceleration' atau akselerasi dengan variasi dorongan terbukti sukses mengatasi masalah tersebut.
Kendaraan Feitian 2 juga mengalami perubahan desain pada bagian luar seperti sirip ekor yang lebih besar dan penambahan sayap di dekat kepala roket. Selain itu, uji terbang juga mengevaluasi kemampuan mesin untuk mengubah struktur intake secara variabel selama penerbangan serta kemampuan kendaraan untuk terbang secara otonom dengan pengaturan sudut serang yang bisa disesuaikan sendiri.
Kesuksesan uji terbang ini menandai kemajuan teknologi hipersonik di China, khususnya dalam penggunaan bahan bakar yang tidak memerlukan sistem cryogenik berat, serta pengembangan kendaraan yang dapat beradaptasi secara otonom selama misi penerbangan.


