Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Uji Terbang Feitian 2: Kemajuan Teknologi Hipersonik dari Universitas Cina Terkena Sanksi

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
SCMP SCMP
25 Jun 2025
218 dibaca
2 menit
Uji Terbang Feitian 2: Kemajuan Teknologi Hipersonik dari Universitas Cina Terkena Sanksi

Rangkuman 15 Detik

Uji penerbangan Feitian 2 menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi hipersonik.
NPU terus menghadapi tantangan akibat sanksi AS yang membatasi akses ke teknologi penting.
Penelitian tentang propelan baru seperti kerosene dan hidrogen peroksida dapat memperluas kemampuan kendaraan hipersonik.
Universitas Northwestern Polytechnical di barat laut Cina berhasil menguji terbang kendaraan hipersonik bernama Feitian 2. Ujian ini menjadi tonggak berharga karena memberikan data penerbangan nyata pertama untuk mesin siklus gabungan roket yang menggunakan campuran bahan bakar kerosen dan hidrogen peroksida. Feitian 2 mampu melakukan operasi intake variabel serta akselerasi dengan perubahan dorongan yang dibutuhkan pada berbagai kecepatan. Selain itu, sistem kendali terbangnya bekerja secara otonom dan dapat mengatur sudut serang secara variatif, yang merupakan kemajuan penting dalam teknologi hipersonik. Proyek ini dipimpin oleh NPU dengan dukungan institusi riset propulsi dari Provinsi Shaanxi. Sebelumnya, mereka juga telah menguji Feitian 1 yang membuktikan stabilitas mesin dalam transisi kecepatan. Hal ini menandai perkembangan pesat kemampuan teknologi propulsi hipersonik di Cina. Meskipun ada keberhasilan, penting untuk diketahui bahwa NPU dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat. Sanksi ini membatasi kemampuan universitas membeli peralatan penelitian canggih dari AS dan menyulitkan mahasiswa sarjananya untuk mendapatkan visa studi ke AS. Selain itu, universitas ini pernah menjadi target serangan siber yang diduga dari badan keamanan AS. Kendaraan hipersonik seperti Feitian 2 harus membawa sendiri oksidator dan bahan bakar karena mereka beroperasi di atmosfer tipis dan kadang di luar atmosfer. Penggunaan propelan baru seperti kerosen dengan hidrogen peroksida menunjukkan inovasi yang memungkinkan performa dan efisiensi tinggi dalam penerbangan hipersonik.