Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Shanghai Ciptakan Transfer CO₂ Cair Antar Kapal, Terobosan Dekarbonisasi Pelayaran

Sains
Iklim dan Lingkungan
InterestingEngineering InterestingEngineering
26 Jun 2025
131 dibaca
2 menit
Shanghai Ciptakan Transfer CO₂ Cair Antar Kapal, Terobosan Dekarbonisasi Pelayaran

Rangkuman 15 Detik

Shanghai telah melakukan inovasi besar dalam dekarbonisasi maritim dengan transfer CO₂ kapal-ke-kapal.
Sistem OCCS menawarkan solusi yang lebih murah untuk memenuhi regulasi emisi yang ketat.
Transfer CO₂ kapal-ke-kapal membuka peluang baru untuk menghasilkan pendapatan dari emisi yang ditangkap.
Industri pelayaran menghasilkan emisi CO₂ dalam jumlah besar yang menyebabkan dampak lingkungan serius. Shanghai berhasil melakukan inovasi dengan menciptakan sistem penangkapan dan transfer CO₂ antar kapal yang pertama di dunia, membuka jalan baru untuk mengurangi polusi dari kapal besar. Pada 19 Juni, kapal kontainer EVER TOP di Shanghai memindahkan CO₂ cair hasil tangkapannya ke kapal Dejin di tengah laut tanpa bantuan pipa atau infrastruktur pelabuhan. Hal ini memungkinkan transfer yang lebih fleksibel dan efisien tanpa harus bersandar di pelabuhan besar. Teknologi yang digunakan adalah sistem Onboard Carbon Capture and Storage (OCCS) yang menangkap lebih dari 80 persen emisi karbon dengan tingkat kemurnian tinggi. Biaya pemasangan sistem ini jauh lebih murah dibandingkan mengubah kapal menjadi menggunakan bahan bakar alternatif seperti metanol atau amonia. Keuntungan lain, CO₂ cair yang berhasil ditangkap bisa dijual ke industri dengan potensi pendapatan hingga Rp 133.60 miliar ($8 juta) per kapal per tahun. Ini menjadikan emisi bukan lagi limbah, tapi menjadi komoditas yang menguntungkan sekaligus ramah lingkungan. Inovasi ini menempatkan Shanghai sebagai contoh global dalam pengurangan emisi pelayaran, dan para ahli terlibat aktif di tingkat internasional untuk menetapkan protokol yang akan memperluas penggunaan teknologi ini ke seluruh dunia.