Teknologi Ultrasound Baru untuk Deteksi Cepat Cacat Baterai Lithium-ion
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
26 Jun 2025
76 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Metode ultrasonik dapat membantu mendeteksi cacat dalam baterai lithium-ion dengan lebih cepat dan murah.
Deteksi gas dalam baterai sangat penting untuk mencegah risiko korsleting.
Alat ini tidak hanya berguna untuk produksi, tetapi juga untuk penelitian dan pengembangan baterai baru.
Kebakaran baterai lithium-ion semakin menjadi masalah global, terutama karena baterai ini digunakan dalam banyak perangkat mulai dari ponsel hingga kendaraan listrik. Untuk mencegah risiko keselamatan, penting untuk memeriksa baterai dengan teliti sebelum dijual atau digunakan.
Sebagian besar metode pemeriksaan yang ada saat ini, seperti pemindaian X-ray, memiliki keterbatasan karena prosesnya lambat dan mahal. Oleh karena itu, para peneliti di Drexel University mengembangkan alat baru berbasis gelombang ultrasound yang dapat mendeteksi cacat internal baterai dengan cepat dan biaya rendah.
Gelombang ultrasound yang dikirim ke dalam baterai akan berubah kecepatannya ketika melewati bahan berbeda, sehingga menunjukkan ada atau tidaknya masalah seperti penumpukan gas, retakan, serta area kering yang bisa menyebabkan hubungan pendek. Hal ini dilakukan tanpa mengganggu fungsi baterai itu sendiri.
Alat ini tidak hanya sangat efektif untuk produksi massal, tetapi juga sangat berguna bagi laboratorium riset dalam mengembangkan baterai baru. Para peneliti berharap teknologi ini bisa menjadi standar baru karena mudah digunakan dan dapat meningkatkan keamanan serta kinerja baterai.
Di masa depan, tim peneliti berencana meningkatkan alat ini agar dapat membuat gambar tiga dimensi dari bagian dalam baterai. Ini akan membuat deteksi cacat menjadi lebih akurat dan baterai yang diproduksi bisa lebih aman digunakan oleh masyarakat luas.



