HQ-29: Sistem Pertahanan Rudal Canggih China Siap Hadapi Ancaman Luar Angkasa
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
23 Jun 2025
141 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
HQ-29 adalah sistem pertahanan misil baru yang dapat meningkatkan kemampuan intersepsi China.
Sistem ini menunjukkan kemajuan teknologi dan strategi pertahanan China di era modern.
Pengembangan HQ-29 dapat berdampak pada dinamika keamanan global dan meningkatkan ketegangan antara negara-negara besar.
Sebuah video yang belum dikonfirmasi dari media sosial China memperlihatkan kendaraan peluncur yang membawa dua rudal besar, diduga sebagai sistem pertahanan rudal baru HQ-29. Sistem ini dianggap bagian penting dari perlindungan strategis China terhadap ancaman rudal dan satelit di luar atmosfer bumi.
HQ-29 diyakini berfungsi sebagai interceptor fase tengah yang bisa mencegat rudal ketika sedang meluncur di luar udara, atau pada fase ekso-atmosferik. Ini sangat penting karena pada fase ini jalur rudal lebih mudah diprediksi dan risiko terhadap warga sipil lebih kecil.
Sistem ini akan melengkapi dua sistem lain yaitu HQ-9 yang menjaga fase terminal dan HQ-19 yang beroperasi pada ketinggian tinggi. Dengan begitu, China membangun sistem pertahanan multilapis sepanjang lintasan terbang misil musuh.
Seorang pakar militer China, Song Zhongping, memaparkan bahwa HQ-29 memiliki kemampuan setara dengan interceptor dari AS dan Rusia, serta bisa digunakan untuk operasi ganda sebagai alat anti-satelit, memperkuat kekuatan China di area ruang angkasa dan pertahanan militer.
Jika HQ-29 diumumkan secara resmi pada parade militer September 2024, ini akan menjadi tanda kemajuan pesat teknologi pertahanan China dan ambisinya untuk menguasai ruang angkasa di tengah ketegangan multipolar global.


