Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Solana Tertinggal dari Bitcoin Meski Punya Potensi Cepat dan Baru

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (9mo ago) cryptocurrency (9mo ago)
23 Jun 2025
90 dibaca
2 menit
Mengapa Solana Tertinggal dari Bitcoin Meski Punya Potensi Cepat dan Baru

Rangkuman 15 Detik

Solana telah mengalami kinerja yang buruk dibandingkan Bitcoin dalam setahun terakhir.
Meskipun Solana cepat dan memiliki potensi pertumbuhan, ia menghadapi tantangan dari Ethereum dan solusi layer 2.
Katalis seperti integrasi dengan perusahaan besar dan peluncuran ETF dapat meningkatkan perhatian terhadap Solana.
Selama satu tahun terakhir, harga Bitcoin telah naik sekitar 60% dipicu oleh peluncuran ETF spot dan dukungan dari pembelian institusional serta kondisi makroekonomi yang mendukung seperti ekspektasi suku bunga rendah. Sementara itu, Solana hanya mengalami kenaikan tipis sekitar 7% dan masih jauh di bawah harga tertinggi sebelumnya. Hal ini membuat banyak investor bertanya-tanya mengapa Solana gagal bersaing dengan Bitcoin meskipun memiliki teknologi cepat. Solana berbeda dengan Bitcoin karena menggunakan mekanisme proof of stake yang hemat energi dan mendukung smart contracts, sehingga banyak digunakan untuk membuat aplikasi terdesentralisasi dan game berbasis NFT. Dibandingkan dengan Ethereum yang juga PoS, Solana menawarkan kecepatan transaksi yang jauh lebih tinggi berkat teknologi proof-of-history. Namun dalam praktiknya, kecepatan Solana masih dibatasi oleh gangguan jaringan dan kurangnya kompatibilitas lintas blockchain yang membuatnya kurang populer bagi pengembang. Solana juga memiliki masalah lain, seperti tokennya bersifat inflasioner dengan suplai yang terus bertambah, berbeda dengan Bitcoin yang deflasioner dan langka seperti emas. Selain itu, solusi Layer 2 yang berjalan di atas Ethereum mampu menawarkan kecepatan yang mendekati atau melebihi Solana sehingga membuat Solana menghadapi persaingan ketat. Juga bahasa pemrograman yang digunakan Solana lebih sulit dipelajari dibandingkan Ethereum, menyulitkan adopsi lebih luas. Meskipun begitu, Solana tetap menunjukkan potensi dengan beberapa pengembangan positif seperti integrasi Solana Pay oleh perusahaan besar dan aplikasi baru yang memanfaatkan blockchain Solana. Selain itu, ada kemungkinan dana ETF untuk Solana disetujui oleh SEC sehingga membuka peluang institusional lebih besar. Namun, secara keseluruhan, masih ada ketidakpastian mengenai apakah Solana dapat benar-benar menyaingi Bitcoin sebagai aset investasi utama. Kesimpulannya, meskipun Solana memiliki kecepatan dan teknologi inovatif, para ahli dan analisis saat ini masih lebih memilih Bitcoin sebagai investasi jangka panjang karena kestabilan, kelangkaan, dan posisi dominannya di pasar. Solana menjanjikan namun menghadapi banyak tantangan dan persaingan dari Ethereum dan blockchain lainnya. Investor disarankan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan ini sebelum memutuskan berinvestasi.