Studi Perancis Ungkap Botol Kaca Bisa Lebih Banyak Mikroplastik dari Plastik
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
21 Jun 2025
49 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian menunjukkan bahwa botol kaca bisa lebih terkontaminasi mikroplastik daripada botol plastik.
Mikroplastik dalam botol kaca berasal dari tutup botol yang tergores.
Metode pembersihan sederhana dapat mengurangi kontaminasi mikroplastik pada minuman.
Sebuah penelitian terbaru dari ANSES di Perancis menunjukkan bahwa minuman yang dijual dalam botol kaca ternyata mengandung lebih banyak mikroplastik dibandingkan dengan kemasan plastik atau kaleng logam. Hal ini bertentangan dengan asumsi umum bahwa botol kaca adalah pilihan yang lebih bersih dan aman.
Penelitian yang dilakukan oleh Iseline Chaib tersebut menemukan bahwa sumber mikroplastik dalam botol kaca bukan berasal dari kaca itu sendiri, melainkan dari cat plastik yang terdapat pada tutup botol. Goresan mikroskopis akibat gesekan selama penyimpanan dipercaya menyebabkan partikel tersebut terlepas dan mencemari minuman.
Minuman seperti bir, lemonade, dan soft drink menunjukkan tingkat kontaminasi mikroplastik yang lebih tinggi, sementara air mineral dan anggur menunjukkan kadar yang jauh lebih rendah. Hal ini masih menjadi misteri mengapa anggur relatif bebas dari mikroplastik.
Walaupun dampak kesehatan pasti masih belum diketahui, kekhawatiran tentang efek mikroplastik terhadap tubuh manusia semakin meningkat. Penelitian sebelumnya menemukan mikroplastik di berbagai organ manusia, termasuk otak, dan ada indikasi bahwa konsentrasi mikroplastik lebih tinggi pada pasien demensia.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pembersihan sederhana tutup botol dengan udara, air, dan alkohol dapat mengurangi paparan mikroplastik hingga 60%. Temuan ini memberikan solusi praktis untuk mengurangi risiko kontaminasi mikroplastik pada minuman yang dikemas dalam botol kaca.


