Lahan Bekas Tambang Batubara Jadi Kunci Energi Surya Masa Depan Bersih
Sains
Iklim dan Lingkungan
20 Jun 2025
61 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Lahan bekas tambang batubara memiliki potensi besar untuk energi solar.
Konversi tambang batubara dapat menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.
Proyek energi solar di bekas tambang dapat membantu mencapai tujuan energi terbarukan global.
Peralihan dari penggunaan batubara yang sangat mencemari lingkungan ke energi terbarukan kini menjadi kebutuhan mendesak untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Banyak tambang batubara di seluruh dunia kini ditutup dan meninggalkan lahan yang luas, yang ternyata menyimpan potensi besar untuk digunakan sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya.
Menurut laporan dari Global Energy Monitor, lahan bekas tambang batubara seluas ribuan kilometer persegi dapat menampung kapasitas tenaga surya sebesar 300 gigawatt, jumlah yang setara dengan 15 persen dari kapasitas tenaga surya global saat ini. Ini adalah peluang besar yang bisa digunakan untuk meningkatkan energi bersih dan memenuhi target energi terbarukan dunia.
Beberapa negara seperti China sudah memanfaatkan potensi ini dengan menjalankan proyek pembangkit tenaga surya di bekas tambang batubara, sementara negara-negara besar penghasil batubara seperti Australia, Amerika Serikat, Indonesia, dan India memiliki potensi terbesar untuk melakukan transisi ini dan memberikan dampak positif di sektor energi.
Meskipun demikian, ada sejumlah tantangan seperti biaya tinggi untuk merehabilitasi lahan bekas tambang yang berbahaya dan memperbarui jaringan listrik agar bisa mendukung energi solar yang bersifat variabel. Selain itu, persoalan hukum terkait kepemilikan dan perizinan juga perlu diselesaikan agar pengembangan bisa berjalan lancar.
Jika tantangan ini berhasil diatasi dan proyek konversi tambang ke tenaga surya dilakukan secara luas, maka selain membantu mengurangi emisi, ini juga dapat menciptakan ratusan ribu lapangan kerja serta membantu membersihkan dan memulihkan lahan terdegradasi menjadi aset berharga untuk masa depan energi dan lingkungan.

