Terence Broad Ciptakan Seni AI Tanpa Data Pelatihan, Tembus Batas Kreativitas
Teknologi
Kecerdasan Buatan
18 Jun 2025
257 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Karya seni Terence Broad mengeksplorasi potensi kreativitas AI tanpa bergantung pada data pelatihan.
Tantangan etika dalam penggunaan AI dalam seni menjadi fokus penting dalam praktik Broad.
Misteri dan kompleksitas proses dalam AI menunjukkan bahwa banyak aspek dari teknologi ini masih belum dipahami sepenuhnya.
Terence Broad adalah seorang seniman dan peneliti AI yang telah menciptakan sebuah karya seni generatif AI yang sangat unik, yaitu (un)stable equilibrium. Karya ini menarik perhatian karena menghasilkan gambar yang berubah-ubah seperti lukisan warna sederhana ala Mark Rothko, namun tanpa melatih AI-nya menggunakan data gambar apapun.
Motivasi Broad untuk tidak menggunakan dataset dari karya lain muncul dari pengalaman buruknya mengelola puluhan ribu gambar serta masalah hukum yang dia hadapi ketika karyanya yang dilatih dari film Blade Runner mendapat penarikan konten dari studio besar. Hal ini membuatnya bertekad untuk membuat seni AI yang etis tanpa melanggar karya orang lain.
Dalam penelitiannya, Broad mengembangkan metode baru menggunakan GAN (generative adversarial network) tanpa data pelatihan, melainkan dua generator yang saling meniru dan beradaptasi. Proses ini memungkinkan AI untuk menciptakan gambar yang terus berkembang dan berwarna-warni secara mandiri, mengungkap sisi kreatif AI yang tidak melulu meniru.
Walau hasilnya mengingatkan banyak orang pada lukisan Rothko, Broad sendiri melihat keindahan karyanya justru pada proses penciptaannya, bukan sekadar output. Ia juga mengakui bahwa hasil karya ini dipengaruhi oleh preferensi pribadinya, dan bahwa misteri di balik mengapa AI menghasilkan gambar tertentu tetap menjadi bagian dari seni itu sendiri.
Broad berharap penelitiannya dapat memperjelas bagaimana AI generatif bekerja, sekaligus menolak pandangan mistis terhadap AI. Ia melihat AI hanyalah kumpulan proses matematika yang bisa dimodifikasi, dan memahami ini penting untuk penggunaan AI yang lebih etis dan kreatif di masa depan.


