Alat Digital Belanja Online Bantu Pilih Makanan Sehat dengan Mudah
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
23 Mei 2025
245 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Penggunaan alat digital dapat membantu mendorong pilihan makanan yang lebih sehat.
Label nutrisi yang sederhana dan umpan balik real-time meningkatkan kualitas diet konsumen.
Penelitian ini menunjukkan potensi untuk mengubah kebiasaan belanja makanan dan kesehatan masyarakat.
Pola makan yang buruk menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius yang mematikan di seluruh dunia. Meskipun informasi gizi biasanya tersedia di kemasan makanan, banyak orang kesulitan memahaminya sehingga mereka sulit membuat pilihan makanan yang sehat. Berbagai negara sudah mencoba menggunakan label depan kemasan dan label rak untuk membantu konsumen segera mengenali kualitas makanan, tetapi hal ini hanya sedikit mengubah kebiasaan belanja.
Peneliti dari Duke-NUS Medical School di Singapura berinovasi dengan menggunakan toko bahan makanan daring bernama NUSmart. Mereka merekrut 328 orang yang biasanya yang paling sering belanja untuk rumah tangga mereka dan membagi mereka menjadi dua kelompok. Satu kelompok belanja seperti biasa tanpa fitur tambahan, sementara kelompok lain menggunakan toko dengan fitur label warna layaknya lampu lalu lintas, grafik nutrisi, dan saran produk sehat.
Fitur label warna ini memberikan tanda hijau untuk makanan paling sehat, kuning untuk sedang, dan merah bertanda silang untuk yang perlu dihindari. Selain itu, grafik pai menunjukkan proporsi gizi dari barang yang sudah dipilih, disandingkan dengan contoh keranjang belanja ideal. Pembeli juga diberi pilihan bertukar produk yang kurang sehat dengan alternatif yang lebih baik hanya dengan satu klik, baik saat melihat produk maupun di tahap pembayaran.
Hasilnya menunjukkan kelompok yang menggunakan fitur digital membeli makanan dengan skor nutrisi yang lebih baik sebanyak 4,06 poin, artinya naik dari nilai C menjadi B pada skala Nutri-Score yang digunakan di Prancis. Angka ini lebih baik dari studi-studi sebelumnya yang hanya menggunakan label tanpa fitur tambahan. Hal yang menarik juga, para peserta tetap menggunakan fitur ini selama tiga kali belanja mingguan mereka dan terus membuat pilihan lebih sehat.
Walaupun hasilnya menggembirakan, peserta studi ini masih mayoritas orang berpendidikan dan melek teknologi. Peneliti berencana untuk melibatkan kelompok masyarakat lain, misalnya dengan latar belakang sosial ekonomi yang lebih rendah dan pengetahuan gizi yang terbatas, untuk mengetahui apakah alat ini juga efektif untuk semua kalangan. Studi lanjutan juga akan mengevaluasi apakah kebiasaan sehat ini bisa bertahan dalam jangka panjang.
