Angkatan Laut AS Percepat Adopsi Teknologi Baru dengan Cara Baru
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
16 Jun 2025
275 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Angkatan Laut AS sedang berupaya mempercepat adopsi teknologi baru melalui kemitraan dengan startup.
Pendekatan baru Angkatan Laut berfokus pada masalah yang perlu dipecahkan dan bukan pada solusi tradisional.
Ada minat yang meningkat dari industri teknologi untuk bekerja dengan Angkatan Laut, yang menunjukkan perubahan sikap terhadap kemitraan dengan pemerintah.
Angkatan Laut Amerika Serikat sedang melakukan transformasi besar dalam cara mereka bekerja sama dengan startup teknologi. Berbeda dengan birokrasi lama yang rumit dan memakan waktu, kini mereka lebih terbuka dan cepat dalam mengadopsi solusi baru yang dapat membantu misi mereka.
Justin Fanelli, Chief Technology Officer Angkatan Laut, memimpin inisiatif yang bertujuan memotong proses pengadaan teknologi militer agar lebih ringkas dan efisien. Dia memperkenalkan metode yang memulai dengan masalah yang dihadapi, lalu mencari siapa yang bisa menawarkan solusi terbaik.
Salah satu keberhasilan terbaru adalah kerja sama dengan Via, sebuah startup yang membantu keamanan siber dengan sistem desentralisasi. Kerjasama ini bisa dimulai hanya dalam kurang dari enam bulan, jauh lebih cepat daripada sebelumnya.
Angkatan Laut menggunakan beberapa metrik penting untuk mengukur keberhasilan teknologi baru, termasuk efisiensi waktu, ketahanan operasional, dan pengalaman pengguna. Beberapa teknologi bahkan berhasil menghapus backlog faktur selama dua tahun dalam waktu beberapa minggu saja.
Fokus terbaru Angkatan Laut termasuk pengembangan kecerdasan buatan yang lebih canggih, alternatif GPS untuk navigasi akurat, dan modernisasi sistem lama yang sudah usang. Mereka mengajak lebih banyak perusahaan teknologi untuk bergabung membantu memodernisasi militer dengan cara yang lebih cepat dan terbuka.
