China Luncurkan Uji Klinis Teknologi Antarmuka Otak Kecil dan Fleksibel
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
16 Jun 2025
206 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tiongkok telah memulai uji coba manusia untuk teknologi antarmuka otak-komputer.
Elektroda yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang terkecil dan paling fleksibel di dunia.
Teknologi ini berpotensi menjadi solusi untuk berbagai gangguan neurologis serius.
China baru saja memulai uji coba manusia untuk teknologi antarmuka otak-komputer invasif yang sangat canggih dan kecil. Seorang pria berusia 37 tahun yang telah lumpuh akibat kecelakaan listrik menjadi peserta pertama dan dapat mengendalikan kursor di layar hanya dengan pikirannya.
Elektroda yang ditanam di otak pria tersebut adalah yang terkecil dan paling fleksibel di dunia, memungkinkan perangkat mengikuti pergerakan neuron tanpa merusak jaringan otak. Elektroda ini juga mengandung sensor yang dapat merekam sinyal otak secara akurat dan tahan lama.
Prosedur pemasangan implan dilakukan dengan cepat dan presisi menggunakan teknologi navigasi 3D untuk memastikan penempatan yang tepat di bagian otak yang mengendalikan gerakan. Ini membuka jalan bagi pasien untuk dapat berkomunikasi dan mengoperasikan perangkat seperti komputer dan robot.
Ke depan, para peneliti berencana mengembangkan uji coba yang lebih luas melibatkan lebih banyak pasien, termasuk penderita ALS dan kelumpuhan lain. Mereka juga akan melatih pasien untuk mengendalikan lengan robotik dan agen AI guna meningkatkan kemampuan fungsional dalam kehidupan sehari-hari.
Teknologi ini tidak hanya bermanfaat bagi pasien dengan kelumpuhan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk pengobatan gangguan neurologis serius seperti stroke dan Alzheimer, membuka peluang baru dalam dunia medis dan rehabilitasi.


