Google Kembangkan Sistem AI untuk Peringatan Dini Badai Tropis Lebih Akurat
Sains
Iklim dan Lingkungan
13 Jun 2025
221 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Google mengembangkan sistem peringatan dini badai tropis berbasis AI yang dapat memprediksi hingga 15 hari sebelumnya.
Model AI Google menunjukkan akurasi yang lebih baik dibandingkan model prakiraan cuaca tradisional.
Ada kekhawatiran tentang pemangkasan anggaran yang dapat mempengaruhi riset iklim dan akses publik terhadap informasi cuaca.
Google bekerja sama dengan Pusat Badai Nasional Amerika Serikat mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkirakan badai tropis lebih awal dan akurat, hingga 15 hari sebelum terjadi. Ini bertujuan memperkuat sistem peringatan bencana yang selama ini masih mengandalkan metode tradisional.
Melalui situs Weather Lab, Google memperkenalkan model prakiraan cuaca AI yang mampu memproduksi hingga 50 skenario berbeda mengenai jalur, ukuran, dan intensitas badai. Model ini menggunakan data ERA5 dari Eropa yang menggabungkan data observasi dan hasil dari model tradisional.
Google mengklaim prediksi lima hari menggunakan model AI mereka lebih akurat 140 km daripada model prakiraan dari European Center for Medium-Range Weather Forecasts. Namun, Weather Lab masih bersifat eksperimental dan tidak ditujukan untuk penggunaan publik secara langsung.
Situasi riset cuaca di Amerika Serikat menjadi sulit karena pengurangan anggaran dan personel lembaga pemerintah, termasuk pengurangan peluncuran balon cuaca oleh National Weather Service dan ancaman pembubaran NOAA. Hal ini kemudian membuat lembaga pemerintah bergantung pada data dari pihak swasta.
Peter Battaglia dari Google DeepMind menyatakan bahwa cuaca harus tetap dipandang sebagai barang publik dan Google berupaya bekerja sama dengan sektor publik agar teknologi ini dapat berkontribusi bagi masyarakat luas, meski Google kali ini tidak menonjolkan isu perubahan iklim dalam peluncuran terbarunya.


