Tesla Gugat Mantan Karyawan karena Mencuri Teknologi Robotik Optimus
Teknologi
Robotika
13 Jun 2025
128 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tesla mengajukan gugatan terhadap mantan karyawan yang dituduh mencuri teknologi untuk mendirikan startup saingan.
Proception berhasil meraih kemajuan dengan menggunakan data yang diduga dicuri dari Tesla.
Program Optimus Tesla menghadapi tantangan dalam pengembangan dan peluncuran robot humanoid.
Tesla menghadapi masalah serius terkait tindak pencurian teknologi oleh mantan anggota timnya, Zhongjie “Jay” Li. Li dituduh mengambil informasi penting mengenai sensor tangan robotik canggih yang dikembangkan oleh Tesla untuk program robot humanoid Optimus.
Setelah meninggalkan Tesla pada September 2024, Li langsung mendirikan startup Proception yang didukung oleh Y Combinator. Tesla menuduh bahwa Proception memanfaatkan teknologi rahasia tersebut untuk mempercepat kemajuan yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun dan investasi besar.
Tesla mengklaim bahwa Li bahkan mengunduh data rahasia ke ponsel pribadinya saat masih bekerja. Perusahaan percaya bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran serius yang dapat merugikan investasi besar mereka dalam teknologi robot besar-besaran.
Selain itu, peluncuran robot Tesla, Optimus, menghadapi banyak penundaan dan tantangan teknis. Meskipun janji awal untuk mulai dijual pada 2023, penjualan baru dijadwalkan pada 2026 dan demonstrasi yang ada menunjukkan robot masih tergantung pada kontrol manusia.
Gugatan ini menuntut pihak terkait untuk menghentikan penggunaan teknologi Tesla dan memberikan ganti rugi. Kasus ini menyoroti masalah besar soal perlindungan rahasia dagang dalam industri teknologi tinggi yang sangat kompetitif.
