Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Investasi Besar di Scale AI untuk Kejar Ketertinggalan di Dunia Kecerdasan Buatan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (9mo ago) artificial-intelligence (9mo ago)
12 Jun 2025
229 dibaca
2 menit
Meta Investasi Besar di Scale AI untuk Kejar Ketertinggalan di Dunia Kecerdasan Buatan

Rangkuman 15 Detik

Meta melakukan investasi besar dalam Scale AI untuk meningkatkan upaya AI-nya.
Alexandr Wang diharapkan dapat membawa inovasi baru dalam tim superintelligence Meta.
Persaingan di bidang AI semakin ketat, dengan OpenAI dan yang lainnya terus mengembangkan model-model baru.
Meta baru-baru ini melakukan investasi besar hampir Rp 250.50 triliun ($15 miliar) pada perusahaan Scale AI yang mengkhususkan diri dalam pelabelan data untuk pelatihan model kecerdasan buatan. Perusahaan ini juga mengangkat CEO Scale AI, Alexandr Wang, untuk memimpin lab superintelligensi baru dalam usaha memperkuat kapasitas riset AI mereka. Langkah ini diambil karena Meta menghadapi tantangan dalam inovasi data dan kehilangan talenta AI penting. Scale AI sendiri adalah perusahaan yang sudah dikenal di dunia AI sebagai penyedia data berkualitas tinggi yang membantu banyak lab AI besar seperti OpenAI dalam proses pelatihan model mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, Scale AI juga mulai menggaji banyak ilmuwan PhD dan insinyur berpengalaman sebagai bagian dari usaha menyediakan data dengan kualitas terbaik untuk AI frontier. Sebelumnya, Meta diketahui pernah membuat akuisisi besar dan berisiko seperti pembelian WhatsApp dan Instagram yang sekarang menjadi bagian penting dari perusahaan. Namun, tak sedikit yang meragukan apakah investasi di Scale AI ini juga akan memberikan hasil yang sama. Model AI terbaru Meta, Llama 4, dinilai kurang kompetitif, jadi investasi baru ini dianggap sebagai strategi untuk mengejar ketertinggalan. Meski Wang dikenal sebagai sosok muda yang ambisius dan baik dalam menjalin hubungan, ia belum memiliki latar belakang riset AI mendalam seperti beberapa pemimpin lab AI terkemuka lainnya. Karena itu, Meta juga dikabarkan sedang merekrut para talenta berprofil tinggi untuk mendukung lab superintelligensi mereka agar mampu bersaing di lapangan riset yang ketat. Tantangan dalam pengumpulan data untuk pelatihan AI terus berkembang karena beberapa lab mulai menggunakan data sintetik atau mengembangkan pengumpulan data mandiri. Apabila hubungan Meta dan Scale AI membuat Scale AI tidak dapat bekerja dengan bebas untuk lab lain, hal ini bisa membuka peluang bagi perusahaan lain seperti Turing dan LM Arena. Hingga kini, hanya waktu yang akan membuktikan apakah investasi besar ini akan menguntungkan Meta atau tidak.