Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NATO Dorong Perkuat Pertahanan Udara 400% Hadapi Ancaman Rusia

Finansial
Kebijakan Fiskal
fiscal-policy (9mo ago) fiscal-policy (9mo ago)
10 Jun 2025
175 dibaca
2 menit
NATO Dorong Perkuat Pertahanan Udara 400% Hadapi Ancaman Rusia

Rangkuman 15 Detik

NATO perlu meningkatkan kemampuan pertahanan secara signifikan untuk menghadapi ancaman dari Rusia.
Britania Raya dan negara-negara Eropa lainnya sedang mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesiapan pertahanan mereka.
Peningkatan anggaran pertahanan di Eropa mencerminkan kebutuhan untuk ketergantungan yang lebih sedikit pada perlindungan AS.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa aliansi ini harus meningkatkan kapasitas pertahanan udara dan rudal sebanyak empat kali lipat untuk mengantisipasi ancaman yang semakin serius dari Rusia. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri pidato kebijakan pertahanan penting di London, menjelang pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan KTT NATO di The Hague. Rutte menyoroti serangan Rusia terhadap Ukraina yang menggunakan rudal dan drone jarak jauh untuk menyerang sasaran sipil dan militer. Karena itu, NATO perlu memperkuat sistem pertahanan udaranya untuk melindungi langit aliansi dan mengurangi kerusakan dari serangan semacam itu. Untuk itu, NATO berencana menambah ribuan kendaraan lapis baja, jutaan amunisi artileri, dan meningkatkan kapasitas pertahanan udara dan rudal. Selain itu, dukungan finansial harus ditingkatkan dengan target pengeluaran pertahanan inti sebesar 3,5% dari PDB dan 1,5% tambahan untuk infrastruktur militer seperti jalan dan pelabuhan. Hanya sebagian dari anggota NATO yang sudah memenuhi target pengeluaran 2% dari PDB, sehingga Rutte mendorong semua negara anggota untuk berkontribusi lebih besar demi memperkuat aliansi. Hal ini sejalan dengan tuntutan AS agar para anggota mengalokasikan belanja pertahanan yang lebih besar sehingga Amerika tetap memberikan jaminan keamanan. Sementara itu, Inggris di bawah pemerintahan Keir Starmer melakukan reformasi militer besar-besaran dengan menargetkan pengeluaran lebih tinggi dan mempersiapkan angkatan bersenjata untuk operasi tempur intens di Eropa, menjadikan Inggris sebagai kekuatan militer yang siap bertempur di garis depan.