Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Cina Luncurkan AI QiMeng untuk Percepat Desain Chip dan Lawan Pembatasan AS

Teknologi
Kecerdasan Buatan
InterestingEngineering InterestingEngineering
11 Jun 2025
120 dibaca
2 menit
Cina Luncurkan AI QiMeng untuk Percepat Desain Chip dan Lawan Pembatasan AS

Rangkuman 15 Detik

Peluncuran QiMeng menunjukkan upaya China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat.
Sistem ini menggunakan AI untuk mempercepat dan mengotomatisasi proses desain chip semikonduktor.
Pembatasan ekspor dari AS memicu inovasi teknologi di China dalam bidang desain chip.
Dalam situasi perang teknologi yang ketat antara Amerika Serikat dan Cina, keduanya berusaha keras untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, khususnya dalam bidang chip semikonduktor yang sangat penting. AS membatasi akses teknologi chip ke Cina, sehingga mendorong Cina untuk mencari solusi alternatif. Chinese Academy of Sciences meluncurkan QiMeng, sebuah platform desain chip yang didukung oleh kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi proses desain chip yang biasanya memakan waktu lama jika dilakukan secara manual. Platform ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan chip serta menekan biaya produksi. QiMeng menggunakan model bahasa besar dan terdiri dari tiga lapisan utama yang bekerja bersama untuk mendukung berbagai tahap desain chip mulai dari pemodelan prosesor, desain perangkat keras dan lunak, hingga aplikasi desain chip yang lebih spesifik. Ini memungkinkan rangkaian desain chip dilakukan secara otomatis tanpa banyak campur tangan manusia. Dua prosesor berhasil dikembangkan menggunakan QiMeng, yaitu QiMeng-CPU-v1 dan QiMeng-CPU-v2 yang memiliki kinerja setara dengan chip populer dari Intel dan Arm. Hal ini menunjukkan kemajuan yang signifikan di bidang desain chip buatan Cina sendiri. Peluncuran platform QiMeng menjadi jawaban dari pembatasan ekspor perangkat lunak desain chip yang diberlakukan AS pada perusahaan-perusahaan besar seperti Synopsys dan Cadence. Langkah ini memperlihatkan komitmen Cina untuk berinovasi dan berusaha menutup kesenjangan desain chip dengan negara lain.