Tebi: Startup Fintech Baru Membantu Bisnis Kecil Perhotelan Kelola Operasi
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
10 Jun 2025
271 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tebi bertujuan untuk menyederhanakan operasional bisnis perhotelan melalui platform all-in-one.
Arnout Schuijff meninggalkan Adyen untuk mengejar hasratnya dalam teknologi dan membantu bisnis lokal.
Tebi telah berhasil mengamankan pendanaan yang signifikan untuk mendukung ekspansi dan inovasi produk.
Arnout Schuijff, salah satu pendiri Adyen, memutuskan untuk keluar dari perusahaan besar ini dan fokus membangun startup fintech bernama Tebi. Startup ini bertujuan memberikan solusi operasional terpadu untuk restoran, bar, dan bisnis perhotelan lain menggunakan satu platform berlangganan.
Tebi menghadapi banyak pesaing dari berbagai jenis sistem pembayaran, reservasi, dan manajemen inventaris. Namun, Tebi mencoba menawarkan keunggulan dengan menggabungkan fungsi-fungsi tersebut dan menerapkan fitur serta harga layaknya perusahaan besar.
Schuijff memulai ide ini selama pandemi Covid-19 dengan ingin membuat proses pelaporan pajak dan VAT bagi bar favoritnya menjadi lebih mudah. Teknologi streaming yang beliau gunakan memungkinkan pembaruan transaksi secara instan, sebuah pembaruan yang saat ini mulai banyak disyaratkan di beberapa negara.
Tim manajemen Tebi terdiri dari mantan eksekutif Adyen, Notion, dan Wolt, yang membantu memperkuat fokus komersial dan ekspansi. Saat ini Tebi telah beroperasi di Belanda dan menargetkan masuk ke pasar Inggris dan Eropa dengan pendanaan lebih dari 56 juta Euro.
Selain ekspansi, Tebi juga ingin mengembangkan fitur AI agar dapat membantu bisnis mengelola menu, brand visual, dan reservasi secara otomatis. Schuijff berharap suatu hari nanti Tebi bisa masuk ke Amerika Serikat jika sudah siap menguasai pasar Eropa.

