Terobosan AI dalam Mengembangkan Baterai Solid-State untuk Kendaraan Listrik
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
08 Jun 2025
21 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknologi baterai padat dapat meningkatkan jarak tempuh kendaraan listrik hingga 50%.
Penggunaan jaringan saraf mempercepat penemuan material baterai baru yang lebih efisien dan aman.
Pelapis pelindung sangat penting untuk menjaga kinerja dan keamanan baterai padat.
Peneliti dari Skolkovo Institute of Science and Technology serta AIRI Institute berhasil mencapai kemajuan besar dalam teknologi baterai solid-state. Teknologi ini menjanjikan kendaraan listrik yang dapat menempuh jarak 50% lebih jauh dalam sekali pengisian, serta memiliki keamanan dan umur baterai yang lebih baik.
Penemuan ini dimungkinkan berkat penggunaan machine learning yang membantu mempercepat penelitian dan pengembangan bahan baterai yang berkinerja tinggi. Neural networks khususnya digunakan untuk menemukan material elektroda dan pelindung yang optimal dengan waktu jauh lebih cepat dibanding cara konvensional.
Baterai solid-state berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan elektrolit cair dan berisiko kebakaran. Material padat seperti keramik dipakai untuk mengalirkan ion lithium sehingga meningkatkan keamanan dan kapasitas energi.
Pelapisan pelindung menjadi sangat penting karena melindungi elektroda dari reaksi merusak dengan anoda lithium logam dan katoda. Tanpa pelapis ini, baterai bisa cepat rusak atau bahkan mengalami korsleting yang berbahaya. Dengan machine learning, material pelapis yang cocok dapat ditemukan lebih cepat dan efisien.
Tim peneliti berhasil mengidentifikasi material pelapis seperti Li3AlF6 dan Li2ZnCl4 yang menunjukkan potensi besar untuk baterai solid-state yang lebih tahan lama dan kuat. Penemuan ini dapat mengubah masa depan penyimpanan energi dan kendaraan listrik.



