Rahasia System Prompts AI: Kunci Inovasi Startup Miliaran Dolar Berikutnya
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
07 Jun 2025
174 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sistem prompt adalah kunci untuk memahami bagaimana startup AI membangun produk mereka.
Superblocks berfokus pada membantu non-pengembang dalam pengembangan aplikasi dengan alat berbasis AI.
Menezes percaya bahwa peluang besar ada dalam membangun alat yang lebih baik untuk pengguna non-teknis.
Brad Menezes, CEO Superblocks, percaya bahwa ide startup bernilai miliaran dolar berikutnya tersembunyi dalam system prompts yang digunakan oleh startup AI terkemuka. System prompts adalah instruksi panjang yang memberikan petunjuk khusus kepada model AI agar bisa menghasilkan produk sesuai kebutuhan domain tertentu. Meskipun system prompts tidak sepenuhnya tersembunyi, mereka jarang dibagikan secara luas.
Superblocks membagikan 19 system prompts milik startup AI coding populer melalui produk terbaru mereka bernama Clark. Ini menjadi viral dan mendapat perhatian besar dari banyak pelaku bisnis dan investor di Silicon Valley. Pendanaan Superblocks juga baru saja meningkat menjadi total 60 juta dolar dengan tambahan 23 juta dolar seri A.
Menurut Menezes, system prompts hanya sekitar 20% dari rahasia keberhasilan AI. Sisanya adalah infrastruktur tambahan atau yang disebut “prompt enrichment,” yang mendukung bagaimana permintaan ke model AI diproses dan hasilnya dicek supaya akurat dan sesuai tujuan.
Dalam system prompts, ada tiga aspek kunci yang harus diperhatikan: role prompting (peran dan kepribadian AI), contextual prompting (konteks dan batasan tugas), dan penggunaan tools yang membantu AI tidak hanya menghasilkan teks tapi juga menjalankan aksi khusus seperti mengedit kode atau mengakses database. Contohnya, beberapa system prompt mengutamakan iterasi cepat, sementara yang lain untuk membangun aplikasi full-stack.
Superblocks melihat peluang besar untuk membantu non-programmer membuat aplikasi dengan aman dan mudah di lingkungan perusahaan, menghubungkan data seperti Salesforce, dan meningkatkan produktivitas dengan agen-agen AI internal yang dibuat oleh para bisnis mereka sendiri tanpa perlu menulis kode langsung.

