Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pemerintah Kaji Strategi Internet Satelit Setelah Satria-1 Mencukupi

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (9mo ago) astronomy-and-space-exploration (9mo ago)
05 Jun 2025
17 dibaca
1 menit
Pemerintah Kaji Strategi Internet Satelit Setelah Satria-1 Mencukupi

Rangkuman 15 Detik

Satria-2 masih dalam kajian pemerintah Indonesia terkait kebutuhan dan teknologi yang ada.
Starlink dan Kuiper adalah layanan internet berbasis satelit yang bersaing di pasar Indonesia.
Pemerintah mempertimbangkan kombinasi teknologi satelit untuk meningkatkan akses internet di daerah terpencil.
Indonesia memiliki satelit komunikasi domestik bernama Satria-1 yang saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan akses internet di seluruh wilayah kepulauan. Pemerintah awalnya berencana membuat Satria-2 pada tahun ini, tapi kini tengah melakukan peninjauan ulang karena prioritas program yang berubah. Beberapa teknologi satelit lainnya, seperti Starlink dari SpaceX dan Kuiper dari Amazon, mulai memasuki pasar Indonesia untuk layanan internet berbasis satelit yang menggunakan satelit LEO. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa masa depan internet satelit di Indonesia kemungkinan akan menggunakan kombinasi berbagai jenis satelit, termasuk geo-satellite dan LEO satellite. Perizinan Kuiper untuk operasi di Indonesia masih dalam proses, sementara Starlink sudah aktif digunakan masyarakat sejak tahun lalu, menandakan persaingan dan kemajuan teknologi di sektor ini.