Misi Kedua Pendaratan Bulan Swasta Jepang Gagal, Perbaikan Diperlukan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
06 Jun 2025
59 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi HAKUTO-R M2 mengalami kecelakaan dalam usaha pendaratan di Bulan.
Isu telemetri yang tidak teridentifikasi menjadi tantangan utama dalam misi ini.
Perusahaan ispace berencana untuk melakukan perbaikan dan mencoba misi pendaratan yang lain di masa depan.
Perusahaan swasta asal Jepang, ispace, kembali mengalami kegagalan saat mencoba mendaratkan wahana ke permukaan Bulan pada misi HAKUTO-R Mission 2. Kegagalan ini merupakan yang kedua kalinya setelah upaya pertama pada April 2023 juga diduga mengalami kecelakaan.
Misi M2 dimulai dari orbit 100 kilometer dan seharusnya mendarat di daerah Mare Frigoris pada tanggal 5 Juni 2024. Namun, tim ispace kehilangan kontak ketika wahana berada sekitar 192 meter di atas permukaan dan kecepatannya terlalu tinggi sehingga pendaratan menjadi tidak terkendali.
Penyebab kegagalan dikarenakan wahana tidak menerima data jarak yang cukup tepat waktu untuk mengurangi kecepatan dengan aman. Masalah ini mirip dengan isu telemetri yang dialami pada misi pertama dan sudah diperbaiki untuk M2, namun masih belum sempurna.
Jika misi M2 berhasil, wahana ini akan mengaktifkan berbagai peralatan sains termasuk alat elektroliser air, modul eksperimen makanan, serta rover kecil bernama Tenacious yang dibekali dengan kamera dan alat ukur. Rover ini juga membawa karya seni unik sebuah rumah kecil warna merah.
Pakar lunar, Clive Neal, menyampaikan bahwa masalah teknis tersebut bisa diperbaiki dengan beberapa penyesuaian saja. Isu pendaratan di Bulan memang sangat kompleks dan dengan pengalaman ini, ispace berharap dapat berhasil di masa depan.

