ispace Kembali Kehilangan Kontak Sebelum Pendaratan di Bulan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
06 Jun 2025
34 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
ispace mengalami kegagalan pendaratan kedua setelah sebelumnya gagal pada misi pertama.
Pendarat Resilience membawa berbagai muatan untuk eksperimen sains dan teknologi.
Perusahaan menghadapi tekanan untuk berhasil dalam eksplorasi bulan di tengah meningkatnya kompetisi dari perusahaan swasta lainnya.
Perusahaan Jepang ispace mengalami masalah saat mencoba mendaratkan pesawat pendarat bernama Resilience di bulan pada tanggal 5 Juni 2024. Kontak dengan pesawat hilang kurang dari dua menit sebelum dijadwalkan mendarat di wilayah Mare Frigoris. Upaya komunikasi dengan lander masih terus dilakukan oleh tim di markas misi ispace.
Misi ini membawa muatan penting termasuk rover kecil bernama Tenacious dan instalasi seni unik yang disebut Moonhouse. Rover ini seharusnya mengumpulkan sampel tanah bulan yang akan dikirim ke NASA untuk penelitian lebih lanjut. Selain itu, ada berbagai eksperimen dari negara lain yang juga ikut dibawa untuk dijalankan di permukaan bulan.
Ini bukan kali pertama ispace menghadapi kegagalan seperti ini. Pada misi sebelumnya April 2023, kontak juga hilang saat pesawat hampir mendarat, mengakibatkan kegagalan total misi. Namun perusahaan bertekad untuk terus belajar dari kesalahan agar dapat berhasil di masa depan.
Isu kegagalan pendaratan bulan menunjukan betapa sulitnya eksplorasi ruang angkasa, khususnya bagi perusahaan swasta yang sedang bersaing di bidang ini. Perusahaan lain seperti Firefly Aerospace sudah berhasil melakukan pendaratan bulan, membuat tekanan bagi ispace semakin besar untuk membuktikan kemampuannya.
Meski kegagalan ini mengecewakan, pendiri dan CEO ispace, Takeshi Hakamada, tetap optimis bahwa ini adalah langkah awal yang penting. Mereka berencana meluncurkan misi yang lebih besar dan canggih bekerjasama dengan NASA pada tahun 2027, menandai komitmen jangka panjang dalam pencapaian eksplorasi bulan.

