X Tambah Penjelasan Tanda Centang Biru Usai Sorotan Uni Eropa
Teknologi
Keamanan Siber
05 Jun 2025
250 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
X mengalami perubahan signifikan dalam sistem verifikasinya yang menyebabkan kritik dari regulator.
Komisi Eropa memandang sistem verifikasi baru sebagai potensi penyebaran misinformasi.
Elon Musk tetap defensif terhadap kritik dan berencana untuk melawan di pengadilan.
X, aplikasi yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mengubah sistem verifikasi tanda centang biru dengan membolehkan pengguna membeli tanda ini melalui langganan Premium. Perubahan ini memicu perhatian dan penyelidikan dari Uni Eropa karena dinilai bisa menyesatkan pengguna mengenai keaslian akun.
Uni Eropa dan Komisi Eropa menilai bahwa siapa pun bisa membeli tanda centang biru, menyebabkan kebingungan dan membuka peluang bagi penyebaran informasi palsu serta penipuan melalui akun palsu yang tampak resmi. Beberapa akun merek terkenal bahkan telah dipalsukan lengkap dengan tanda centang biru.
Sebagai tanggapan atas kritik dari Uni Eropa dan pihak regulator, X menambahkan penjelasan lebih terperinci dalam aplikasi mereka mengenai arti sebenarnya tanda centang biru di sistem baru. Namun, penjelasan ini terkesan membingungkan dan terdapat beberapa inkonsistensi soal persyaratan pengguna Premium.
Elon Musk, pemilik X, menunjukkan sikap defensif dan menantang Uni Eropa lewat klaim bahwa ini adalah sebuah konspirasi dan bersiap menghadapi pertempuran hukum jika diperlukan. Penyelidikan masih berlangsung dan potensi denda tetap tinggi jika ditemukan pelanggaran aturan DSA.
Meski sudah ditambahkan penjelasan baru, kemungkinan besar ini belum cukup bagi Uni Eropa. Jika aturan tidak dipenuhi, X harus mengirimkan pemberitahuan resmi kepada seluruh pengguna dan mengubah sistem sesuai ketentuan agar bisa mencegah kebingungan dan pelanggaran hukum.