Ilmuwan Austria Ciptakan Material dengan Atom Platinum Tunggal Berpresisi Atomik
Sains
Fisika dan Kimia
05 Jun 2025
255 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian ini menunjukkan kemampuan untuk mengontrol penempatan atom dengan presisi tinggi, membuka jalan untuk desain material yang lebih canggih.
Metode baru yang digunakan dalam penelitian ini dapat diterapkan pada berbagai material 2D dan kombinasi doping.
Setiap atom yang ditempatkan dengan tepat dapat meningkatkan efisiensi katalis dan kemampuan deteksi gas secara signifikan.
Para ilmuwan di Universitas Wina dan TU Wien berhasil mengintegrasikan atom platinum tunggal ke dalam material ultra tipis molybdenum disulfida dengan presisi posisi atom yang belum pernah tercapai sebelumnya. Mereka menggunakan teknik mutakhir yang melibatkan rekayasa kekosongan atomik dan metode pencitraan terbaru.
Molybdenum disulfida adalah material semikonduktor tipis yang strukturnya bisa disesuaikan. Dengan menggunakan iradiasi ion helium, mereka membuat kekosongan tartamtu di permukaan material ini yang kemudian diisi dengan atom platinum secara sangat presisi melalui doping.
Masalah utama pada teknologi sebelumnya adalah ketidakmampuan mikroskop elektron biasa untuk membedakan jenis kekosongan atom yang dibuat. Dengan menggunakan metode Single-Sideband Ptychography, mereka berhasil melihat dan mengidentifikasi posisi atom platinum dengan sangat jelas dalam kisi material.
Penempatan atom platinum ini sangat penting karena dapat menciptakan pusat aktif yang meningkatkan efisiensi katalisis dan selektivitas pada sensor gas. Dengan kontrol atomik ini, mereka membuka jalan untuk membuat material dengan fungsi yang sangat disesuaikan untuk berbagai aplikasi teknologi ramah lingkungan seperti produksi hidrogen.
Para peneliti berharap teknik ini dapat diperluas ke material dan atom jenis lain sehingga dapat digunakan dalam berbagai konteks. Studi hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nano Letters dan menandai langkah penting dalam ilmu material dan nanoteknologi.


