Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ketidakpastian Regulasi SEC Menghambat Peluncuran ETF Kripto dengan Staking Rewards

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (9mo ago) cryptocurrency (9mo ago)
01 Jun 2025
219 dibaca
2 menit
Ketidakpastian Regulasi SEC Menghambat Peluncuran ETF Kripto dengan Staking Rewards

Rangkuman 15 Detik

REX Financial dan Osprey Funds menghadapi tantangan regulasi dalam peluncuran ETF berbasis staking.
SEC menunjukkan keraguan mengenai kelayakan hukum ETF yang direncanakan, yang dapat mempengaruhi pasar kripto.
Ada kebutuhan untuk kejelasan dan konsistensi dalam regulasi aset digital di Amerika Serikat.
Di Amerika Serikat, perusahaan seperti REX Financial dan Osprey Funds berusaha meluncurkan dana exchange-traded fund (ETF) yang menawarkan staking rewards dari mata uang kripto seperti Ethereum dan Solana. Staking rewards ini memungkinkan investor mendapatkan imbal hasil dengan mengunci token mereka untuk mendukung operasional blockchain. Namun, meskipun sudah mendapat persetujuan awal dari SEC, ada keraguan besar mengenai keberterimaan regulasi produk ini. SEC atau Securities and Exchange Commission mengkhawatirkan apakah ETF tersebut memenuhi definisi hukum sebagai perusahaan investasi. Definisi ini sangat penting karena hanya perusahaan investasi yang memenuhi syarat yang bisa mengeluarkan ETF dan tercatat di bursa saham. SEC menilai kalau pendaftaran yang diajukan oleh ETF ini mungkin tidak tepat dan bisa membingungkan investor terkait status hukum produk tersebut. Salah satu pengacara REX Financial, Greg Collett, mengatakan pihaknya yakin bisa memenuhi persyaratan SEC dan tidak akan meluncurkan produk sebelum masalah tersebut terselesaikan. Sementara itu, SEC komisioner Caroline Crenshaw mengkritik ketidakjelasan dan ketidakkonsistenan kebijakan SEC soal aturan atas aset kripto, karena kripto kadang dianggap bukan sekuritas tapi juga dikenakan aturan sekuritas saat ada produk baru. Selain itu, ini bukan pertama kalinya SEC menolak produk ETF yang mencoba memasuki kelas aset alternatif. Pada bulan Maret, SEC menolak ETF yang dibuat oleh State Street dan Apollo, yang pertama kali berinvestasi di kredit swasta. Hal ini menunjukkan SEC masih sangat berhati-hati dan selektif dalam menyetujui produk baru terutama yang berhubungan dengan aset kripto atau investasi alternatif. Namun, para analis percaya meskipun sekarang ada perangkap regulasi, di masa depan staking dalam ETF kemungkinan besar akan diizinkan di AS. Jadi, masalah utama adalah menunggu waktu dan cara penyesuaian regulasi, bukan keberhasilan konsep ETF staking itu sendiri.