Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Inovasi Pemanas Air Surya dengan Pasir: Solusi Murah dan Efisien Atasi Intermitensi

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (9mo ago) climate-and-environment (9mo ago)
30 Mei 2025
218 dibaca
2 menit
Inovasi Pemanas Air Surya dengan Pasir: Solusi Murah dan Efisien Atasi Intermitensi

Rangkuman 15 Detik

Sistem geyser surya berbasis pasir halus dapat mengatasi masalah intermitensi energi surya.
Biaya energi yang rendah dan efisiensi tinggi menjadikan sistem ini sangat menarik untuk penggunaan domestik.
Inovasi ini menawarkan solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk pemanasan air.
Para peneliti dari India telah mengembangkan prototype sistem pemanas air tenaga surya yang menggunakan pasir halus sebagai media penyimpanan panas. Sistem ini dirancang untuk mengatasi masalah utama dalam pemanfaatan energi surya, yaitu ketidakpastian pasokan akibat variasi radiasi matahari sepanjang hari. Sistem ini menggunakan tiga panel surya polikristalin untuk menghasilkan listrik yang kemudian menghangatkan pasir melalui kawat pemanas nikel-kromium. Panas yang tersimpan dalam pasir tersebut dapat disalurkan ke air melalui penukar panas berbentuk melingkar dengan sirip aluminium. Percobaan awal menunjukkan bahwa suhu pasir dapat naik hingga di atas 200°C dalam dua hari berturut-turut, dengan efisiensi pengisian sistem mencapai lebih dari 90%. Hal ini memungkinkan sistem menyediakan air panas dalam jumlah yang cukup banyak dengan peningkatan suhu signifikan. Dari segi biaya, sistem ini sangat ekonomis dengan biaya energi sebesar Rp 389.11 ($0.0233) per kWh dan periode pengembalian investasi hanya sekitar 4,45 tahun. Dengan masa operasional yang cukup lama, sekitar 25 tahun, sistem ini sangat menjanjikan untuk kebutuhan domestik. Kesimpulannya, teknologi pemanas air tenaga surya yang memanfaatkan pasir sebagai media penyimpanan panas ini menawarkan solusi yang berkelanjutan, murah, dan efektif untuk menyediakan air panas kapan saja, bahkan saat malam hari atau cuaca mendung.