Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Wakil Presiden JD Vance Ingatkan Pemilik Kripto: Jangan Abaikan Politik

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (9mo ago) cryptocurrency (9mo ago)
30 Mei 2025
214 dibaca
2 menit
Wakil Presiden JD Vance Ingatkan Pemilik Kripto: Jangan Abaikan Politik

Rangkuman 15 Detik

Keterlibatan politik sangat penting bagi pemilik cryptocurrency.
Industri crypto di AS mengalami perubahan regulasi yang signifikan.
Beberapa negara bagian AS mulai mengadopsi kebijakan investasi dalam bitcoin.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, memberikan pesan penting kepada para pemegang cryptocurrency untuk tidak mengabaikan dunia politik. Dalam pidato utamanya di konferensi Bitcoin 2025 yang berlangsung di Las Vegas, ia menegaskan bahwa komunitas kripto akan terus menjadi perhatian serius dalam politik sekarang dan masa depan. Menurut Vance, keterlibatan politik aktif sangat penting agar keputusan pemerintah mendukung perkembangan teknologi kripto. Vance menegaskan pentingnya Amerika Serikat untuk tetap memimpin dalam industri kripto agar tidak tertinggal dalam kompetisi global keuangan digital. Ia mengingatkan bahwa keputusan politik dan birokrasi bisa berpengaruh besar terhadap kemajuan teknologi transformasional seperti Bitcoin. Karena itu, momentum keterlibatan politik selama pemilu 2024 harus dilanjutkan hingga 2026 dan seterusnya demi masa depan yang lebih baik bagi industri ini. Peran politik dalam perkembangan kripto terlihat dari pengaruh besar yang diberikan oleh Fairshake, super PAC terbesar yang fokus pada kripto, yang mengeluarkan dana lebih dari 26 juta dolar AS untuk mendukung kandidat partai Republik selama pemilihan federal 2024. Efek dukungan ini terlihat dari lonjakan harga Bitcoin yang meningkat lebih dari 56% sejak kemenangan Trump November lalu, menjadikan Bitcoin sekarang diperdagangkan di level sekitar Rp 1.79 juta ($107.000) . Pemerintahan Trump sendiri mengambil sikap yang lebih ramah dan progresif terhadap aset digital dengan mengeluarkan perintah eksekutif yang membentuk kelompok kerja khusus. Kelompok ini ditugaskan untuk mengajukan rancangan legislatif dan regulasi agar mendorong kemajuan teknologi keuangan digital. Selain itu, SEC juga membentuk Tim Tugas Kripto yang diharapkan tahun ini akan menerbitkan regulasi resmi pertama untuk aset digital, membuka potensi investasi besar dari pihak institusional. Tidak hanya di tingkat federal, 26 negara bagian di Amerika Serikat sudah mulai mengusulkan pembentukan cadangan strategis Bitcoin. Contohnya, Arizona sedang mempertimbangkan dua RUU untuk mengizinkan dana pensiun dan kas negara berinvestasi hingga 10% dalam Bitcoin. Perubahan kebijakan AS ini juga mendorong negara lain seperti India dan beberapa negara lain untuk mengevaluasi ulang sikap mereka terhadap aset digital, termasuk Rusia dan Venezuela yang berencana memanfaatkan Bitcoin untuk menghindari sanksi ekonomi.