Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pembatasan Perjalanan Trump Ganggu Penelitian dan Pendidikan di AS

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (9mo ago) health-and-medicine (9mo ago)
05 Jun 2025
92 dibaca
2 menit
Pembatasan Perjalanan Trump Ganggu Penelitian dan Pendidikan di AS

Rangkuman 15 Detik

Larangan perjalanan baru dapat mengganggu kolaborasi ilmiah dan penelitian kesehatan.
Universitas di AS menghadapi tantangan dalam mempertahankan mahasiswa dan peneliti asing akibat kebijakan imigrasi yang ketat.
Keputusan pemerintah untuk membatasi visa dapat berpotensi mempengaruhi reputasi dan kualitas pendidikan tinggi di AS.
Pemerintahan Trump kembali memperkenalkan kebijakan pembatasan perjalanan yang melarang warga dari 19 negara masuk ke Amerika Serikat. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi risiko serangan teroris, tetapi memicu kekhawatiran dalam dunia ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi di negara tersebut. Beberapa negara yang terkena dampak termasuk Iran, Libya, Afghanistan, Myanmar, Chad, dan Haiti. Selain itu, pembatasan juga berlaku secara parsial untuk beberapa negara lain seperti Burundi, Kuba, dan Turkmenistan, yang mempengaruhi izin masuk dan visa bagi pekerja dan pengunjung tertentu. Para ilmuwan dan peneliti mengkhawatirkan bahwa kebijakan ini dapat menghambat kolaborasi internasional, terutama dalam penelitian penyakit menular dan pengembangan ilmu pengetahuan. Banyak proyek penelitian di negara-negara terdampak berisiko terhenti atau terganggu. Selain itu, universitas Amerika menghadapi tekanan tambahan karena pembatasan ini mengurangi jumlah mahasiswa internasional, terutama dari China, yang selama ini memberikan kontribusi besar dalam dunia akademis di AS. Beberapa universitas bahkan mempertimbangkan opsi relokasi ke luar negeri jika kondisi ini terus berlanjut. Sebagai reaksi, sejumlah ilmuwan internasional mempertimbangkan untuk tidak lagi menggelar konferensi dan pertemuan ilmiah di AS, mengindikasikan suasana yang semakin memburuk bagi kolaborasi ilmiah dan pendidikan internasional di negara tersebut.