Dampak Persetujuan Anggaran AS: Saham Energi Turun, Bitcoin Meroket
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
23 Mei 2025
272 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Penurunan saham energi terbarukan disebabkan oleh pengurangan insentif dalam tagihan anggaran.
Kenaikan harga bitcoin berkontribusi pada peningkatan saham perusahaan terkait cryptocurrency seperti Coinbase.
Seagate Technology menunjukkan kepercayaan diri dengan rencana pembelian kembali saham yang besar.
Kongres AS telah menyetujui rancangan anggaran yang menghapus insentif energi bersih dan memangkas pengeluaran sosial, yang menimbulkan reaksi beragam di pasar saham. Indeks S&P 500 turun tipis di bawah 0,1% karena tidak mampu mempertahankan reli di sesi sore.
Saham perusahaan energi terbarukan seperti Enphase Energy dan NextEra Energy mengalami penurunan tajam akibat rencana penghapusan kredit pajak lebih awal dari yang dijadwalkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan kekhawatiran investor terhadap masa depan industri tersebut.
Sektor asuransi kesehatan juga mengalami tekanan karena pengumuman bahwa CMS akan meningkatkan audit terhadap rencana Medicare Advantage sebagai bagian dari upaya pemberantasan penipuan dan pemborosan. Saham Humana menyusut lebih dari 7%.
Pasar cryptocurrency justru mengalami kebalikannya, dengan harga bitcoin mencapai rekor tertinggi sepanjang masa karena perkembangan positif legislatif dan penerimaan dari institusi keuangan besar. Saham Coinbase naik signifikan sebagai operator bursa kripto terbesar AS.
Perusahaan lain seperti Seagate Technology mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp 83.50 triliun ($5 miliar) , yang berhasil menaikkan harga saham. Sementara itu, United Airlines mendapat dorongan dari prospek ekonomi global yang lebih baik dan penghentian sementara tarif US-China.
Analisis Ahli
Larry Fink
Pemotongan insentif energi terbarukan akan menciptakan ketidakpastian investasi jangka panjang, memperlambat inovasi dalam sektor energi bersih.Janet Yellen
Pengawasan lebih ketat pada program kesehatan adalah langkah penting untuk mengurangi pemborosan dan memperbaiki efisiensi fiskal, namun harus diimbangi dengan perlindungan terhadap penerima manfaat yang rentan.