Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Renault Gunakan Shanghai untuk Percepat dan Perluas Mobil Listrik Global

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (10mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (10mo ago)
26 Mei 2025
60 dibaca
1 menit
Renault Gunakan Shanghai untuk Percepat dan Perluas Mobil Listrik Global

Rangkuman 15 Detik

Renault Group menggunakan ACDC di Shanghai untuk meningkatkan pengembangan kendaraan listrik.
Perusahaan berupaya untuk mempercepat siklus pengembangan mobil listrik dengan menerapkan wawasan dari pasar Tiongkok.
Model baru yang lebih terjangkau diharapkan dapat bersaing dengan merek Cina di pasar Eropa.
Renault Group kini menggunakan pusat pengembangan mereka di Shanghai untuk menciptakan mobil listrik yang bukan hanya untuk pasar Eropa, tapi juga pasar global. Ini adalah langkah strategis untuk menekan biaya produksi dan mempercepat waktu peluncuran produk baru. Pusat pengembangan Advanced China Development Centre yang baru dibuka tahun lalu di Shanghai memiliki sekitar 200 karyawan yang fokus pada kendaraan listrik untuk pasar Eropa. Mereka berperan penting dalam mempercepat proses riset dan pembuatan model baru. Contohnya, Renault berhasil mengembangkan versi lebih terjangkau dari mobil listrik Twingo dalam waktu 21 bulan, jauh lebih cepat dari siklus pengembangan sebelumnya yang biasanya memakan waktu 3 sampai 4 tahun. Selain itu, pusat ini juga memungkinkan pengembangan model EV untuk merek murah Dacia dalam waktu yang sangat singkat, yaitu hanya 16 bulan, yang merupakan waktu pengembangan tercepat dalam sejarah Renault Group. Renault berharap produk-produk EV dengan harga terjangkau ini dapat bersaing melawan mobil listrik merk Cina seperti BYD Seagull dan Nio Firefly di pasar Eropa, terutama dengan meningkatnya persaingan dari merek kendaraan listrik asal Cina.

Analisis Ahli

Mary Barra
Memanfaatkan pusat R&D di China adalah langkah strategis yang bisa memperkuat kemampuan inovasi dan kecepatan produksi otomotif di tingkat global.
Elon Musk
Mengintegrasikan pasar dan teknologi China dalam produksi EV dapat menciptakan keunggulan kompetitif signifikan, terutama dari segi biaya dan kecepatan pengembangan model.