China Keras Hadapi Larangan Chip AS, Tunjukkan Kepercayaan Diri Tinggi
Bisnis
Ekonomi Makro
23 Mei 2025
195 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Beijing menunjukkan ketidakpuasan yang kuat terhadap larangan chip dari AS.
Pemerintah Tiongkok berusaha untuk tidak menyerah lebih lanjut dalam ketegangan perdagangan dengan AS.
Kepercayaan diri Tiongkok meningkat dalam menghadapi tantangan teknologi dan perdagangan dari AS.
Amerika Serikat baru saja mengumumkan larangan global terhadap penggunaan chip kecerdasan buatan canggih yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan China. Larangan ini bertujuan membatasi kemajuan teknologi China dan merupakan bagian dari berbagai pembatasan ekspor terhadap industri semikonduktor China.
Berbeda dari sebelumnya, China merespons keras larangan baru ini. Beijing bahkan mengancam akan menghukum siapa saja yang mematuhi kebijakan AS di negaranya menggunakan undang-undang anti-sanksi, menunjukkan tekad kuat untuk mempertahankan kepentingannya.
Pengumuman larangan tersebut dibuat saat kedua negara sedang menjalani masa gencatan senjata selama 90 hari dalam perang dagang yang sudah berlangsung lama. China melihat langkah AS ini sebagai tindakan yang kurang hormat dan sebagai ancaman bagi negosiasi yang sedang berjalan.
Menurut analis, sikap keras China mencerminkan semakin tingginya kepercayaan diri Beijing dalam berhadapan dengan Washington. China's berusaha untuk memaksa Amerika Serikat mundur dari kebijakan baru ini agar tidak terus kehilangan ruang dalam persaingan teknologi dan perdagangan.
Ekonom senior Lynn Song berpendapat bahwa reaksi China ini adalah upaya mencegah agar AS tidak terus menambah tekanan lewat langkah-langkah yang semakin ketat, yang berarti China ingin menunjukkan bahwa mereka siap bertahan dan tidak mau memberi celah bagi AS.
Analisis Ahli
Lynn Song
Retaliasi keras China bertujuan menghindari situasi di mana AS terus mengambil keuntungan lebih banyak dalam perseteruan teknologi dan perdagangan.


