Kontrol Ekspor AS ke China Picu Eskalasi Ketegangan Teknologi dan Perdagangan
Bisnis
Ekonomi Makro
29 Mei 2025
120 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Ketegangan ekonomi antara AS dan China semakin meningkat dengan kontrol ekspor terbaru.
Perusahaan teknologi AS terpengaruh oleh kebijakan pemerintah yang membatasi akses ke pasar China.
Dampak dari kontrol ekspor ini dapat mempengaruhi pengembangan teknologi dan hubungan bilateral di masa mendatang.
Ketegangan ekonomi antara Amerika Serikat dan China semakin meningkat. Hal ini terjadi karena adanya perang tarif yang belum usai dan langkah baru dalam kontrol ekspor teknologi maju yang diberlakukan AS. Perusahaan-perusahaan asal AS kini diminta berhenti memasok teknologi tertentu ke China.
AS secara khusus menghentikan ekspor produk teknologi desain semikonduktor dan manufaktur mesin jet ke China. Langkah ini dianggap sebagai respons atas kontrol ekspor China terhadap mineral penting yang krusial bagi industri teknologi dan manufaktur.
Langkah tersebut membuat pembicaraan damai antara kedua negara menjadi terancam. Pembicaraan yang digelar di Swiss bulan ini sebelumnya berhasil menunda perang tarif secara sementara, namun kini ketegangan kembali meningkat dan lebih fokus pada sektor teknologi canggih.
Selain itu, pengadilan federal di AS juga membatalkan beberapa tarif lebar yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump. Tarif ini disebut-sebut melewati kewenangannya dan termasuk tarif terkait China, Meksiko, dan Kanada yang dikaitkan dengan krisis fentanyl di AS.
Para analis menilai bahwa pertikaian antara AS dan China kini sudah keluar dari area tarif perdagangan dan masuk ke area yang lebih sulit, yaitu teknologi tinggi. Ini menunjukkan tantangan besar bagi hubungan ekonomi global dan upaya diplomasi kedua negara.


