Efek Gollum: Perilaku Teritorial yang Merusak Karier Peneliti Muda
Sains
Iklim dan Lingkungan
20 Mei 2025
207 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perilaku teritorial di kalangan peneliti dapat merusak karir peneliti muda.
Istilah 'Gollum effect' membantu memahami dinamika negatif dalam komunitas ilmiah.
Diperlukan kesadaran dan tindakan untuk mengatasi perilaku merugikan dalam penelitian akademik.
Sebuah penelitian baru menunjukkan hampir setengah ilmuwan ecologi mengalami perilaku teritorial dan menahan akses data dari peneliti lain, khususnya saat mereka sedang menempuh studi PhD. Masalah ini sering disebabkan oleh peneliti berprofil tinggi maupun supervisor mereka sendiri.
Perilaku tersebut dinamakan 'Gollum effect', mengacu pada karakter dalam kisah Lord of The Rings yang sangat posesif dan selalu ingin menyimpan sesuatu untuk dirinya sendiri. Dalam konteks akademik, ini berarti keengganan berbagi data, sumber daya, dan kesempatan yang bisa merusak karier orang lain.
Dampak dari perilaku posesif ini cukup serius, dengan banyak peneliti muda merasa terhambat dan bahkan kehilangan motivasi untuk melanjutkan karier di dunia akademik. Sekitar 20% mengatakan mereka akhirnya keluar dari dunia sains karena pengalaman ini.
Penelitian ini juga mengungkap bahwa meski perilaku ini paling sering terjadi saat studi PhD, pelaku dan korban berasal dari berbagai jenjang jabatan. Hal ini menandakan bahwa masalah ini luas dan tidak mudah diatasi tanpa kesadaran bersama.
Para penulis studi berharap bahwa dengan memberi nama dan identitas pada fenomena ini, komunitas ilmiah bisa mulai mengenali serta melawan perilaku yang merugikan ini agar lingkungan akademik menjadi lebih sehat, terbuka, dan mendukung semua peneliti.
Analisis Ahli
Jana Lasser
Efek Gollum mengilustrasikan ketakutan luas di kalangan peneliti tentang kehilangan klaim atas karya ilmiah mereka, yang telah menjadi hambatan utama dalam kolaborasi dan transparansi akademik.

