TLDR
Ekspor smartphone China ke AS mengalami penurunan signifikan akibat tarif tinggi. Kebijakan tarif Trump berpengaruh besar pada rantai pasokan teknologi global. Tensions antara AS dan China tetap tinggi, dengan masalah sanksi terhadap Huawei sebagai salah satu penyebabnya. Pada bulan April 2024, ekspor smartphone buatan China ke Amerika Serikat anjlok drastis hingga 72 persen, hanya mencapai kurang dari 700 juta dolar AS. Penurunan ini menunjukkan betapa beratnya dampak dari kebijakan tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump kepada produk-produk China.Tarif tinggi yang diberlakukan AS, dengan puncak mencapai 145 persen, menyebabkan gangguan serius pada rantai pasokan teknologi global. Ini membuat produsen seperti Apple dan merek smartphone lainnya mengalami kesulitan mengirimkan produk dari China ke pasar AS seperti sebelumnya.Selain masalah tarif, ketegangan perdagangan antara kedua negara semakin meningkat dengan sanksi terhadap Huawei, terutama dalam hal chip untuk kecerdasan buatan. Langkah ini dianggap Beijing menghambat progres negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung di Jenewa.Nilai perdagangan bilateral antara Amerika Serikat dan China selama tahun 2024 tetap besar, mencapai 690 miliar dolar AS. Namun, ancaman perang dagang yang terus berlanjut dapat menggerus nilai tersebut, menyebabkan kerusakan di berbagai industri dan kenaikan harga barang untuk konsumen.Situasi ini menempatkan investor dan pelaku pasar dalam ketidakpastian, karena ketegangan ekonomi dan politik antara dua negara adidaya ini berpotensi memperburuk gangguan rantai pasokan serta mempengaruhi stabilitas pasar global.