Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Aplikasi Stalkerware Terkenal Tutup Setelah Bocorkan Data Jutaan Pengguna

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (10mo ago) cyber-security (10mo ago)
19 Mei 2025
16 dibaca
1 menit
Aplikasi Stalkerware Terkenal Tutup Setelah Bocorkan Data Jutaan Pengguna

Rangkuman 15 Detik

Aplikasi stalkerware seperti Cocospy, Spyic, dan Spyzie telah dihentikan akibat pelanggaran data.
Pengguna harus waspada terhadap aplikasi pengawasan yang dapat membahayakan privasi mereka.
Langkah-langkah harus diambil untuk menghapus spyware jika terdapat kecurigaan adanya pemantauan yang tidak sah.
Tiga aplikasi pengawasan ponsel populer yakni Cocospy, Spyic, dan Spyzie telah terbukti menyusupi privasi jutaan pengguna dengan mata-mata tersembunyi yang mengakses data pribadi seperti pesan, foto, dan lokasi korban tanpa sepengetahuan mereka. Di awal tahun, seorang peneliti menemukan celah keamanan besar pada ketiga aplikasi ini yang memungkinkan pencurian data pribadi termasuk jutaan alamat email pengguna yang dipasang untuk memata-matai orang lain. Setelah bocornya data ini, aplikasi-aplikasi tersebut menghentikan operasionalnya, situs web resmi mereka menghilang, dan data yang tersimpan di server dihapus sebagai dampak dari pelaporan media dan tekanan keamanan. Pengguna Android yang mencurigai ponselnya terinfeksi stalkerware dapat mengetik kode khusus untuk menampilkan aplikasi tersembunyi tersebut dan menghapusnya agar privasinya kembali aman. Penggunaan aplikasi seperti ini umumnya ilegal karena sering disalahgunakan untuk memata-matai pasangan tanpa izin, dan para korban disarankan untuk mencari bantuan melalui layanan nasional yang menyediakan dukungan bagi mereka yang menghadapi kekerasan dan pelecehan.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Penggunaan stalkerware menandakan perlunya regulasi lebih ketat dan teknologi yang bisa secara agresif mendeteksi spyware di perangkat pengguna demi menjaga privasi individu.
Eva Galperin
Kebocoran data dari aplikasi pengawasan ilegal ini memperlihatkan bagaimana perusahaan pengembang tidak bertanggung jawab, sehingga perlu penegakan hukum yang lebih kuat untuk melindungi korban stalking digital.