TLDR
Kesepakatan antara Apple dan Alibaba menimbulkan kekhawatiran terkait transparansi dan keamanan data. Pemerintah AS memperhatikan hubungan antara perusahaan teknologi dan regulator China. Ketegangan antara AS dan China terus mempengaruhi bisnis Apple, termasuk isu tarif dan regulasi. Pemerintah Amerika Serikat dan anggota kongres sedang meninjau sebuah kesepakatan antara Apple dan Alibaba yang akan menghadirkan fitur kecerdasan buatan dari Alibaba di iPhone yang dijual di Tiongkok. Kesepakatan ini menarik perhatian karena melibatkan perusahaan yang sangat terkait dengan pemerintah Tiongkok.Para pejabat di Gedung Putih dan komite kongres bertanya langsung kepada eksekutif Apple tentang jenis data apa yang akan dibagikan dengan Alibaba dan tentang komitmen perusahaan terhadap regulator Tiongkok. Namun, para eksekutif Apple tidak dapat memberikan jawaban yang memadai atas pertanyaan tersebut.Seorang anggota kongres penting dari Partai Demokrat, Raja Krishnamoorthi, menyebut Alibaba sebagai contoh dari strategi militer-sipil pemerintah Tiongkok dan menegaskan bahwa Apple tidak transparan mengenai perjanjian mereka dengan Alibaba, yang sangat mengganggu bagi keamanan nasional.Walaupun Alibaba telah mengonfirmasi kesepakatan ini di publik, Apple belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang keterbukaan dan keamanan data pengguna yang menggunakan fitur AI tersebut.Masalah ini menjadi salah satu dari banyak tantangan yang dihadapi Apple di tengah ketegangan perdagangan dan politik antara Amerika Serikat dan Tiongkok, termasuk kebijakan tarif yang tidak menentu yang mempengaruhi bisnis iPhone secara keseluruhan.