Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Remaja AS dan Kelompoknya Bobol Kripto Rp 3,7 T dengan Serangan Telepon

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (11mo ago) cryptocurrency (11mo ago)
18 Mei 2025
58 dibaca
2 menit
Remaja AS dan Kelompoknya Bobol Kripto Rp 3,7 T dengan Serangan Telepon

Rangkuman 15 Detik

Pencurian uang kripto dapat dilakukan melalui teknik rekayasa sosial yang canggih.
Hasil pencurian uang kripto digunakan untuk mendukung gaya hidup mewah para pelakunya.
Komunitas kriminal seperti The Com dapat membentuk jaringan yang saling mendukung dalam melakukan kejahatan.
Seorang remaja 19 tahun asal Amerika Serikat bersama kelompoknya berhasil mencuri uang kripto senilai Rp 4.06 triliun (US$243 juta) atau sekitar Rp3,7 triliun dengan menggunakan metode rekayasa sosial berbasis telepon. Modus ini membuat mereka mendapat akses ilegal ke akun Gmail dan iCloud para korban. Peneliti kejahatan kripto bernama ZachXBT mengungkapkan bahwa pembicaraan di aplikasi Discord menunjukkan keterlibatan remaja bernama Veer Chetal yang menggunakan nama pengguna Swag dalam tahap awal pencurian. Swag diketahui menerima bayaran besar hingga lebih dari Rp 684.70 miliar (US$41 juta) dari aksi kejahatan tersebut. Selain Veer Chetal, ada dua orang lain yang juga ditangkap dan didakwa di Washington DC, yaitu Malone 'Greavys' Lam dan Jeandiel 'Box' Serrano. Keduanya bertanggung jawab atas aktivitas pencucian uang hasil curian yang digunakan untuk gaya hidup mewah, seperti membeli mobil mewah, properti sewaan, serta hiburan di klub malam Los Angeles dan Miami. Pelaku yang merupakan anggota komunitas The Com dikenal suka membanggakan aksi kejahatan mereka dan juga saling menjatuhkan satu sama lain. Komunitas ini berfokus pada kejahatan kolektif dan mencuri uang kripto besar-besaran dengan berbagai cara. Kasus ini menunjukkan bahaya rekayasa sosial dalam dunia kripto yang memungkinkan pelaku muda melakukan kejahatan besar dengan dampak luas, sekaligus menyoroti pentingnya pengamanan akun pribadi serta penegakan hukum terhadap aktivitas pencucian uang digital.

Analisis Ahli

Brian Krebs
Serangan rekayasa sosial merupakan salah satu teknik yang paling sulit dicegah karena memanipulasi faktor manusia, bukan hanya masalah teknis.
Andreas M. Antonopoulos
Kasus ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk perlindungan yang lebih baik dan regulasi yang tegas dalam ekosistem kripto.