Haemanthus Tantang Warisan Theranos dengan Teknologi Diagnostik Baru
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
16 Mei 2025
15 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Haemanthus menghadapi tantangan besar untuk membangun kepercayaan karena sejarah buruk Theranos.
Teknologi yang digunakan dalam pengujian darah semakin berkembang dan berfokus pada kenyamanan pasien.
Perusahaan diagnostik baru harus berinovasi dan menunjukkan akurasi untuk dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Haemanthus adalah startup diagnostik baru yang sedang mengembangkan perangkat canggih untuk pengujian darah, air liur, dan urin menggunakan teknologi seperti spektroskopi Raman dan sensor AI. Meski masih dalam tahap pengembangan, perusahaan ini menghadapi skeptisisme karena CEO-nya adalah pasangan dari Elizabeth Holmes, mantan pendiri Theranos yang terkenal gagal dan dihukum karena penipuan.
Perangkat Haemanthus ini akan digunakan pertama kali di bidang kedokteran hewan dan berusaha mendeteksi berbagai biomarker seperti glukosa dan hormon dengan cepat. Haemanthus berharap dapat mengumpulkan dana sebesar 50 juta dolar untuk penelitian dan pengembangan teknologi mereka.
Theranos sendiri pernah menjanjikan revolusi dalam pengujian darah dengan metode yang cepat dan minim invasif, namun akhirnya gagal total karena klaim palsu. Sekarang banyak perusahaan lain mulai muncul dengan teknologi pengumpulan darah kapiler yang lebih realistis dan telah mendapat persetujuan FDA, seperti BD MiniDraw dan Babson Diagnostics yang menggabungkan pengumpulan darah di apotek dengan pemeriksaan di laboratorium.
Babson Diagnostics memfokuskan pada pengambilan darah kecil yang nyaman untuk pasien, memastikan lebih banyak orang rutin melakukan tes darah yang penting bagi kesehatan mereka. Sementara beberapa perusahaan lain, seperti Sight Diagnostics dari Israel, sedang mengalami tantangan dan restrukturisasi, ada juga inovasi dari universitas seperti University of Colorado Boulder yang mengembangkan alat diagnostik portable dan cepat.
Haemanthus harus membuktikan kemampuan dan keandalannya dalam industri yang semakin kompetitif dan sangat berhati-hati setelah pengalaman pahit dengan Theranos, apalagi dengan hubungan pribadi yang melekat antara CEO dan Holmes. Namun, peluang untuk teknologi diagnostik yang lebih mudah dan cepat tetap besar karena kebutuhan akan tes darah yang nyaman dan efisien terus meningkat.
Analisis Ahli
Eric Olson
Pendekatan Babson Diagnostics menggabungkan pengambilan darah minimal invasif dengan proses laboratorium yang terpercaya, menunjukkan bahwa solusi hibrida antara inovasi dan keandalan lab tetap menjadi kunci dalam penetrasi pasar diagnostik.

