China dan Rusia Sepakat Bangun Pembangkit Nuklir untuk Pangkalan Bulan 2036
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
14 Mei 2025
285 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China dan Rusia berkolaborasi untuk membangun stasiun penelitian di bulan.
Reaktor nuklir akan menjadi sumber energi untuk mendukung proyek luar angkasa.
Kerjasama ini menunjukkan peningkatan persaingan dalam eksplorasi luar angkasa antara negara-negara besar.
China dan Rusia telah menandatangani kesepakatan penting untuk bekerja sama membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di bulan. Proyek ini akan menyediakan energi untuk Stasiun Riset Bulan Internasional yang dikembangkan bersama oleh kedua negara.
Pembangkit nuklir ini sangat krusial agar manusia bisa tinggal dan melakukan riset di bulan dalam jangka panjang. Energi dari reaktor ini akan memastikan pangkalan bisa beroperasi secara terus-menerus di lingkungan bulan yang ekstrim.
Stasiun riset ini direncanakan berada di kutub selatan bulan dan diharapkan bisa beroperasi penuh pada tahun 2036. Selain itu, 13 negara telah bergabung untuk mendukung proyek ambisius ini.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kerja sama yang lebih luas antara China dan Rusia yang juga melibatkan berbagai bidang. Kesepakatan nuklir ini merupakan salah satu dari puluhan kesepakatan yang dibuat selama kunjungan Presiden Xi Jinping di Moskow.
Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk melakukan penelitian ruang angkasa yang mendalam dan menguji teknologi baru agar manusia bisa menetap permanen di bulan di masa depan.
Analisis Ahli
Elon Musk
Kolaborasi jangka panjang antarnegara seperti ini penting untuk membangun infrastruktur luar angkasa, tetapi teknologi pembangkit listrik nuklir harus sangat aman untuk mencegah risiko radiasi.Kathy Lueders
Penggabungan sumber daya dan keahlian dari berbagai negara adalah kunci untuk keberhasilan misi jangka panjang di bulan dan beyond.


