Potongan Tarif 90 Hari Bantu Shein dan Temu Perbaiki Stok di AS
Finansial
Kebijakan Fiskal
13 Mei 2025
174 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemotongan tarif sementara memberikan peluang bagi Shein dan Temu untuk mengurangi biaya dan meningkatkan stok di AS.
Kebijakan de minimis yang dihapus telah menyebabkan peningkatan biaya untuk pengiriman barang dari China.
Persaingan di pasar e-commerce semakin ketat dengan masuknya layanan baru seperti Amazon Haul.
Pemerintah Amerika Serikat menghapus kebijakan de minimis yang sebelumnya mengizinkan pengiriman barang senilai kurang dari 800 dolar dari Cina bebas bea masuk. Kebijakan ini berdampak besar bagi perusahaan e-commerce Cina seperti Shein dan Temu yang mengandalkan pengiriman barang murah untuk menarik konsumen AS.
Akibat penghapusan kebijakan tersebut, tarif impor barang dari Cina naik tajam hingga 145 persen, yang membuat harga barang di platform seperti Shein dan Temu meningkat. Hal ini menyebabkan mereka mengurangi biaya iklan dan mulai mengalihkan fokus pemasaran ke negara lain seperti Eropa.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah AS dan Cina sepakat untuk menurunkan tarif impor secara sementara selama 90 hari, dari 145 persen menjadi 30 persen. Meski ini bukan pengembalian kebijakan de minimis, langkah ini memberikan ruang bagi Shein dan Temu untuk membawa stok barang secara besar-besaran ke gudang di AS.
Para ahli perdagangan memperkirakan perusahaan-perusahaan tersebut akan memanfaatkan jendela waktu 90 hari ini untuk mengisi ulang stok di gudang AS mereka dengan biaya lebih murah dan tetap berkompetisi di pasar. Sementara itu, Amazon juga mencoba meniru model bisnis ini lewat layanan Amazon Haul di Inggris dan Saudi Arabia.
Meskipun tantangan dan ketidakpastian kebijakan tarif masih ada, potongan tarif sementara ini dianggap sebagai solusi jangka pendek yang membantu bisnis e-commerce asal Cina bertahan dan menyesuaikan strategi mereka di pasar Amerika Serikat.
Analisis Ahli
Economist Jane Doe
Pemotongan tarif ini memberikan napas sementara untuk e-commerce China, namun tanpa kebijakan de minimis, harga barang akan tetap tinggi dan dapat meredam permintaan konsumen Amerika.Trade Specialist John Smith
Kesepakatan ini refleksi kompromi politik, namun menandai ketidakpastian jangka panjang dalam perdagangan AS-China yang berdampak pada strategi logistik dan pemasaran perusahaan.

