Penutupan Riset Virus Mematikan di Fort Detrick Picu Kekhawatiran Kesehatan
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
01 Mei 2025
141 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Penelitian mengenai penyakit menular berbahaya di Integrated Research Facility dihentikan akibat masalah keselamatan.
Keputusan ini dapat memiliki dampak jangka panjang pada kemampuan penelitian di bidang kesehatan masyarakat.
Staf di fasilitas tersebut tidak diberikan tanggal pembukaan kembali yang jelas setelah penghentian penelitian.
Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan penghentian sementara penelitian di Integrated Research Facility yang terletak di Fort Detrick, Maryland, yang fokus pada penyakit berbahaya seperti Ebola dan Lassa fever. Keputusan ini diambil pada akhir April dan berlaku efektif pukul 5 sore, memaksa fasilitas untuk menutup sementara semua eksperimen.
Masalah utama yang menyebabkan penghentian ini adalah isu terkait staf kontrak yang memengaruhi budaya keselamatan di fasilitas tersebut. Selain itu, direktur fasilitas, Connie Schmaljohn, juga diberi cuti administratif sebagai bagian dari langkah-langkah penanganan masalah ini.
Selain menghentikan kegiatan penelitian, Departemen Keamanan Dalam Negeri bahkan mengamankan laboratorium biosafety-level-4 dengan mengunci freezer tempat penyimpanan sampel penting. Laboratorium ini merupakan salah satu dari sedikit lab di Amerika Utara yang dapat mengerjakan virus sangat berbahaya dengan tingkat pengamanan tertinggi.
Penelitian yang dihentikan termasuk studi tentang penyakit langka dan serius seperti Lassa fever, SARS-Cov-2, dan Eastern equine encephalitis. Hewan percobaan yang terlibat dalam penelitian tetap akan dirawat, dan tidak ada perintah untuk menghapusnya, namun eksperimen tidak boleh dilanjutkan sementara waktu.
Langkah ini juga terjadi dalam konteks pengurangan besar-besaran tenaga kerja di lembaga-lembaga kesehatan federal seperti NIH, FDA, dan CDC, yang merupakan bagian dari restrukturisasi pemerintahan pada masa Presiden Donald Trump. Ahli kesehatan menyatakan penghentian ini sangat merugikan riset dan akan membutuhkan biaya tambahan untuk mengaktifkan kembali fasilitas.
Analisis Ahli
Gigi Kwik Gronvall
Penutupan fasilitas riset ini membawa kerugian besar bagi kemajuan ilmiah dan akan memakan biaya tinggi untuk mengaktifkan kembali fasilitas yang tidak digunakan dalam jangka waktu lama.

