TLDR
Alibaba berencana untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam semua operasi bisnisnya dalam waktu dekat. Joe Tsai percaya bahwa Alibaba memiliki posisi yang kuat dalam menghadapi tantangan perang dagang AS-Cina. Perayaan AliDay merupakan momen penting untuk menghargai kontribusi karyawan dan keluarga di Alibaba. Pada acara tahunan AliDay, Alibaba Group mengumumkan rencana besar mereka untuk mengembangkan bisnis dengan teknologi artificial intelligence (AI) dalam tiga hingga lima tahun mendatang. Chairman Joe Tsai menyatakan bahwa AI akan menjadi pendorong utama bagi semua lini bisnis perusahaan.AliDay yang diselenggarakan di berbagai kantor Alibaba di China dan luar negeri ini juga menjadi momen untuk mengenang dan mengapresiasi para karyawan serta keluarga mereka atas dukungan yang luar biasa selama ini.Selama acara, Joe Tsai serta chief people officer Jane Jiang Fang menjawab pertanyaan dari staf mengenai berbagai hal termasuk dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China terhadap bisnis Alibaba dan ekonomi negara secara umum.Joe Tsai menegaskan bahwa Alibaba dan China memiliki keunggulan dalam perang dagang tersebut karena sebagian besar ekspor China ke AS terdiri atas produk teknologi tinggi dengan rantai pasokan yang rumit, sementara produk ekspor AS seperti minyak dan kedelai relatif lebih mudah digantikan.Alibaba optimis bahwa penggunaan teknologi AI akan meningkatkan jumlah pengguna dan memperkuat posisi bisnis mereka di pasar, sesuai dengan strategi ambisius mereka untuk memperluas pengaruh di bidang e-commerce dan sektor lain secara teknologi.