TLDR
Rasio ETH/BTC menunjukkan potensi untuk pemulihan, tetapi ada faktor-faktor yang dapat membatasi pertumbuhan. Aktivitas jaringan Ethereum stagnan, yang menunjukkan kurangnya adopsi dan penggunaan yang signifikan. Permintaan institusional untuk ETH telah menurun, menandakan kurangnya kepercayaan dari investor. Rasio antara harga Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) kini berada di titik sangat undervalued menurut data on-chain khususnya metrik MVRV. Biasanya kondisi ini menunjukkan potensi kenaikan harga ETH dibandingkan BTC, yang secara historis menjadi sinyal bullish untuk ETH.Namun, saat ini aktivitas di jaringan Ethereum tidak menunjukkan peningkatan berarti selama beberapa tahun terakhir. Baik jumlah transaksi maupun alamat aktif di jaringan Ethereum tetap datar, menandakan tidak ada perluasan besar dalam penggunaan dasar blockchain Ethereum.Faktor lain yang mempengaruhi kondisi ini adalah upgrade Dencun yang terjadi pada Maret 2024, yang membuat biaya transaksi Ethereum turun drastis dan hampir tidak ada ETH yang terbakar dari aktivitas biaya. Hal ini menyebabkan suplai ETH bertambah, yang bisa menekan harga.Selain itu, perkembangan solusi Layer 2 seperti Arbitrum dan Base justru mengambil porsi aktivitas dari mainnet Ethereum, yang melemahkan potensi kenaikan nilai ETH dari sisi biaya jaringan dan aktivitas on-chain utama.Permintaan dari investor institusional juga terlihat menurun, dengan jumlah ETH yang distake dan disimpan dalam produk investasi seperti ETF menurun. Sementara itu, Bitcoin terus menunjukkan kenaikan harga dan menjadi pilihan safe-haven di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.