Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penelitian Es Air di Kutub Selatan Bulan dengan Radar dan Teleskop Terbesar Dunia

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (10mo ago) astronomy-and-space-exploration (10mo ago)
08 Mei 2025
102 dibaca
2 menit
Penelitian Es Air di Kutub Selatan Bulan dengan Radar dan Teleskop Terbesar Dunia

Rangkuman 15 Detik

Es air mungkin ada di kutub selatan bulan, namun dalam bentuk yang terfragmentasi.
Penggunaan radar dan teleskop canggih menunjukkan pendekatan baru dalam penelitian air bulan.
Temuan ini dapat berpengaruh pada pemilihan lokasi untuk misi lunar di masa depan.
Para peneliti menggunakan radar Sanya dan teleskop FAST yang sangat kuat untuk mengeksplorasi keberadaan es air di kutub selatan bulan. Lokasi ini dianggap sebagai tempat yang paling mungkin ditemukan es karena tidak pernah tersinari matahari secara langsung sehingga suhunya sangat dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa es yang ditemukan tersebar secara terfragmentasi dan berada jauh di bawah permukaan bulan, sekitar 5 sampai 7 meter. Es ini membentuk tidak lebih dari 6 persen dari keseluruhan material di 10 meter lapisan atas tanah bulan. Es tersebut ditemukan dalam bentuk potongan atau bongkahan berukuran sekitar satu meter, khususnya di daerah yang disebut cold traps yang selalu dalam bayangan permanen. Ada juga kemungkinan terdapat es dalam jumlah kecil dan tersebar dekat permukaan. Penemuan ini sangat membantu dalam menentukan lokasi yang tepat untuk misi pendaratan bulan di masa depan dan rancangan pangkalan riset yang direncanakan oleh China. Teknologi radar dan teleskop yang digunakan juga membuka cara baru untuk mencari air di bulan secara efisien. Menanggapi hasil ini, seorang ahli geokimia planet Hu Sen memuji metode yang digunakan sebagai sangat kreatif dan menegaskan bahwa hasil penelitian konsisten dengan studi sebelumnya. Sampai sekarang, belum ditemukan air dalam bentuk cair di bulan, hanya dalam bentuk es atau air yang terikat di tanah bulan.

Analisis Ahli

Hu Sen
Pendekatan menggunakan radar incoherent scatter dan teleskop FAST sangat kreatif dan hasilnya memperkuat bukti adanya es di bulan, membuka jalur baru untuk penelitian kandungan air di tamasya bulan.