Orca AI Dapat Pendanaan Besar untuk Pengembangan Kapal Otonom dan Pertahanan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
06 Mei 2025
76 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Orca AI mengembangkan teknologi navigasi kapal otonom yang didukung oleh kecerdasan buatan.
Pendanaan baru akan mempercepat penerapan teknologi ini di sektor pertahanan.
Starlink memberikan peluang besar untuk pengumpulan data yang lebih baik dalam navigasi maritim.
Pasar kapal otonom, yang menggunakan teknologi AI untuk memandu kapal secara otomatis, diperkirakan akan tumbuh pesat hingga lebih dari 11 miliar dolar pada tahun 2028. Dengan keuntungan utama berupa penghematan bahan bakar dan waktu, banyak perusahaan berlomba-lomba memasuki pasar ini.
Salah satu perusahaan yang menonjol adalah Orca AI yang berbasis di London. Perusahaan ini baru saja mendapatkan pendanaan sebesar 72,5 juta dolar dari Brighton Park Capital dan investor lainnya, menambah total dana yang sudah mereka kumpulkan menjadi lebih dari 111 juta dolar.
Teknologi utama Orca AI adalah sistem berbasis kecerdasan buatan yang memanfaatkan dataset visual yang sangat luas, untuk membantu kapal menghindari tabrakan dan mengoptimalkan rute pelayaran. Mereka sudah memiliki beberapa kolaborasi dan bukti keberhasilan di sektor komersial.
Selain sektor komersial, Orca AI kini mulai fokus pada sektor pertahanan. Mereka percaya banyak angkatan laut memerlukan kapal yang lebih efisien dan dapat beroperasi dengan lebih sedikit intervensi manusia. Bahkan, mereka telah menandatangani kontrak pertama di sektor ini dan kapal tersebut sudah beroperasi di lingkungan militer.
Perusahaan juga memanfaatkan koneksi internet satelit Starlink untuk mengirimkan data secara real-time dari kapal, memungkinkan pemetaan rute dan pemantauan lalu lintas laut yang lebih akurat. Analisis tahun 2024 menunjukkan sistem mereka dapat mengurangi kejadian nyaris tabrakan hingga 54%, yang artinya menghemat sekitar 100 ribu dolar bahan bakar per kapal per tahun.
Analisis Ahli
Dr. Anita Kusuma (Ahli Teknologi Maritim)
Integrasi AI dalam navigasi kapal jelas akan mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, penggunaan di sektor pertahanan memerlukan protokol keamanan data yang sangat ketat untuk menghindari potensi risiko spionase teknologi.

