Trump Usulkan Pemotongan Anggaran NASA, Fokus Baru ke Mars dan Bulan
Finansial
Kebijakan Fiskal
04 Mei 2025
120 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Proposal anggaran Trump mengusulkan pemotongan besar untuk NASA, yang dapat mempengaruhi penelitian luar angkasa.
Dana baru untuk program Mars menunjukkan fokus pada eksplorasi luar angkasa yang lebih komersial.
Pemotongan anggaran untuk program iklim dan sains bumi dapat berdampak negatif pada penelitian lingkungan.
Pemerintahan Trump telah mengusulkan pemotongan besar dalam anggaran NASA tahun 2026, yang akan mengurangi ukuran kru Stasiun Luar Angkasa Internasional dan jumlah penelitian yang dilakukan di sana. Proposal ini juga menetapkan pendanaan baru yang kemungkinan akan menguntungkan SpaceX milik Elon Musk dengan memprioritaskan misi manusia ke Mars dan berfokus pada 'mengalahkan China kembali ke Bulan.'
Pemotongan anggaran ini mencakup Rp 8.48 triliun ($508 juta) dari ISS, Rp 37.83 triliun ($2.265 miliar) dari misi ilmu ruang angkasa, dan Rp 19.39 triliun ($1.161 miliar) dari ilmu bumi. Selain itu, proposal ini mengalokasikan Rp 16.70 triliun ($1 miliar) untuk program yang berfokus pada Mars dan Rp 116.90 triliun ($7 miliar) untuk eksplorasi bulan, serta mengakhiri program Lunar Gateway setelah misi Artemis III.
Casey Dreier dari Planetary Society menyebut proposal ini sebagai pemotongan anggaran NASA terbesar dalam sejarah Amerika dan menandakan bahwa Amerika Serikat berhenti memimpin dunia dalam eksplorasi luar angkasa. Kongres akan bertanggung jawab untuk menulis anggaran ini, dan masih harus dilihat bagaimana proposal ini akan diterima.
Analisis Ahli
Casey Dreier
Proposal ini merupakan pemotongan terbesar dalam sejarah NASA yang memperlihatkan arah kebijakan AS yang berbalik menjadi lebih tertutup dan menurunkan ambisi kepemimpinan global dalam bidang luar angkasa.

